Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Berbasis Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. F Tahap Perkembangan II Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.
Categorie(s):
Kian
Author(s):
Zahra, Fika Masyita
Advisor:
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mual dan muntah, aromaterapi peppermint, terapi mindfullnes,
dan terapi akupresure titik P6
DOI:
Abstract :
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap
dalam keadaan saling ketergantungan. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang
memberikan perubahan pada ibu maupun lingkungannya. Angka kejadian hiperemisis
gravidarum di Suamtera Barat tidak diketahui dengan pasti, namun bersadarkan penelitian
terdahulu dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang didapatkan data bahwa kejadian
hiperemisis gravidarum tahun 2021 sebanyak 36 kasus (Fadhilah et, al, 2021). Data dari
puskesmas lasi dan prevalensi di jorong pasanehan tentang Hiperemesis Gravidarum
terdapat data ibu hamil sebanyak 129 orang 128 orang diantaranya mengalami Emesis
Gravidarum dan 1 diantaranya mengalami Hiperemesis Gravidarum.
Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer
Pada Keluarga Tn. F Dengan Tahap Perkembangan Keluarga Ke II di Jorong Pasanehan
Nagari Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.
Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga
teruatama pada klien dengan masalah utama mual dan muntah berat.
Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Hiperemisis Gravidarum didapatkan
diagnosa yaitu Resiko Ketidakseimbangan Nutrisi, Anxietas, Kesiapan peningkatan
pengetahuan, Kesiapan peningkatan koping keluarga, Perilaku cenderung beresiko, dan
Pencapaian peran menjadi orang tua. Dengan prioritas diagnosa yaitu Resiko
Ketidakseimbangan nutrisi dimana masalah yang muncul pada keluarga Ny. F sudah
sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan.
Kesimpulan : Masalah keperawatan komplementer pada keluarga Ny. F dengan mual
dan muntah berat dapat tercapai dan teratasi dengan baik.
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap
dalam keadaan saling ketergantungan. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang
memberikan perubahan pada ibu maupun lingkungannya. Angka kejadian hiperemisis
gravidarum di Suamtera Barat tidak diketahui dengan pasti, namun bersadarkan penelitian
terdahulu dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang didapatkan data bahwa kejadian
hiperemisis gravidarum tahun 2021 sebanyak 36 kasus (Fadhilah et, al, 2021). Data dari
puskesmas lasi dan prevalensi di jorong pasanehan tentang Hiperemesis Gravidarum
terdapat data ibu hamil sebanyak 129 orang 128 orang diantaranya mengalami Emesis
Gravidarum dan 1 diantaranya mengalami Hiperemesis Gravidarum.
Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer
Pada Keluarga Tn. F Dengan Tahap Perkembangan Keluarga Ke II di Jorong Pasanehan
Nagari Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.
Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga
teruatama pada klien dengan masalah utama mual dan muntah berat.
Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Hiperemisis Gravidarum didapatkan
diagnosa yaitu Resiko Ketidakseimbangan Nutrisi, Anxietas, Kesiapan peningkatan
pengetahuan, Kesiapan peningkatan koping keluarga, Perilaku cenderung beresiko, dan
Pencapaian peran menjadi orang tua. Dengan prioritas diagnosa yaitu Resiko
Ketidakseimbangan nutrisi dimana masalah yang muncul pada keluarga Ny. F sudah
sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan.
Kesimpulan : Masalah keperawatan komplementer pada keluarga Ny. F dengan mual
dan muntah berat dapat tercapai dan teratasi dengan baik.