Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.E Tahap Perkembangan VIII Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Categorie(s):
   Kian
Author(s):
   Papa, Dahlia Permata
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diabetes melitus, terapi komplementer, rebusan daun kelor
DOI:
-
Abstract :
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap
dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarakan laporan profil Dinas Kesehatan
Kota Bukittinggi Tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit yang banyak
menyumbang sebagai 10 penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi Tahun 2020 yaitu
Diabetes Melitus sebanyak 10,02 % yang menunjukkan prevalensi Diabetes Melitus
yang didiagnosis oleh dokter pada penduduk semua umur di Kota Bukittinggi sebesar
1,13 % atau 886 penduduk ( DINKES, 2020 ). Dalam penelitian ini yang diangkat
yaitu Diabetes Melitus Tipe II yang dialami Ny.E dan Hernia Nekleus Pulposus yang
dialami oleh Tn.R dimana peneliti mengambil terapi komplementer terhadap keluarga
yang menderita penyakit Diabetes Melitus. Terapi komplementer dikenal dengan
terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Pemberian terapi
komplementer pada keluarga Ny.E pemberian terapi air rebusan daun kelor sebanyak
1 kali dalam sehari dilakukan selama 4 hari yang dilakukan pada sore hari. Hasil dari
masalah Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif setelah diberikan implementasi
didapatkan adanya penurunan gula darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi,
implementasi dari perilaku kesehatan cenderung beresiko didapatkan Tn.R dan Ny.E
sudah menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan pelayanan kesehatan, dan
implementasi dari Nyeri kronis didapatkan Tn.R sudah mengerti dan memahami
tentan terapi autogenic dan cara melakukannya sendiri di rumah.
Download From Google Drive