Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap VI Berbasis Komplementer Pada Keluarga Ny.D Di Jorong Kubang Duo Koto Panjang Nagari Bukik Batabuah Tahun 2025
Categorie(s):
KIAN
Author(s):
Feronika, Syapitri
Advisor:
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, terapi komplementer, relaksasi otot progresif
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah serius karena
prevenlensi penyakit ini terus meningkat. Prevalensi hipertensi terjadi di seluruh negara di
dunia. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebanyak 25,1%, dimana kota Bukittinggi
30,05%. Penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana hal yang
menjadi penyebabnya adalah faktor perilaku kesehatan keluarga dalam merawat pasien
hipertensi yang kurang baik. Hasil pengkajian ditemukan klien tidak pernah mengontrol apa
saja yang dikonsumsi. Masalah yang ditemukan adalah pemeliharaan kesehatan tidak efektif.
Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk
mengetahui pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah
pada keluarga Ny.D khususnya Ny.D. Relaksasi otot progresif dapat menjadi metode efektif
dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keunggulan terapi ini adalah
tidak menimbulkan efek samping, murah, mudah karena tidak memerlukan banyak biaya dan
properti, aman, cepat dan sederhana dan bisa dilakukan dimana saja. Implementasi dilakukan
selama selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan rata-rata nilai tekanan darah sebelum
dilakukan implementasi 170/100 mmHg dan setelah implementasi 155/95 mmHg. Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh dari terapi relaksasi otot progrsif selama 3 hari terhadap
ketidakstabilan tekanan darah pada Ny.D. Saran kepada pemberian asuhan keperawatan
selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk asuhan keperawatan dengan
diagnosa pemeliharaan ksesehatn tidak efektif pada pasien hipertensi.
prevenlensi penyakit ini terus meningkat. Prevalensi hipertensi terjadi di seluruh negara di
dunia. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebanyak 25,1%, dimana kota Bukittinggi
30,05%. Penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana hal yang
menjadi penyebabnya adalah faktor perilaku kesehatan keluarga dalam merawat pasien
hipertensi yang kurang baik. Hasil pengkajian ditemukan klien tidak pernah mengontrol apa
saja yang dikonsumsi. Masalah yang ditemukan adalah pemeliharaan kesehatan tidak efektif.
Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk
mengetahui pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah
pada keluarga Ny.D khususnya Ny.D. Relaksasi otot progresif dapat menjadi metode efektif
dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keunggulan terapi ini adalah
tidak menimbulkan efek samping, murah, mudah karena tidak memerlukan banyak biaya dan
properti, aman, cepat dan sederhana dan bisa dilakukan dimana saja. Implementasi dilakukan
selama selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan rata-rata nilai tekanan darah sebelum
dilakukan implementasi 170/100 mmHg dan setelah implementasi 155/95 mmHg. Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh dari terapi relaksasi otot progrsif selama 3 hari terhadap
ketidakstabilan tekanan darah pada Ny.D. Saran kepada pemberian asuhan keperawatan
selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk asuhan keperawatan dengan
diagnosa pemeliharaan ksesehatn tidak efektif pada pasien hipertensi.