Judul Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn.ADi Jorong Padang Lua II Nagari Padang Lua Tahun 2025.

Categorie(s):
   Kian
Author(s):
   Syakira, Aisyah Nurul
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi , Penurunan Tekanan Darah Asuhan Keperawatan Keluarga, Terapi Komplementer
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan pada tekanan darah yang
memberi gejala akan berlanjut ke suatu organ target sepertistroke untuk otak, penyakit jantung
koroner untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan untuk otot jantung
(Candra, 2020). Hasil dari Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi diIndonesia yang didapat
melalui pengukuran dengan umur 45-54 tahun (45,32%), umur 55-64 tahun (55,22%), umur 65-
74 tahun (63,22%) dan mengalami peningkatan pada umur >75 tahun (69,53%). Di Indonesia
didapatkan prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran pada penduduk di usia >18 tahun
sebesar 34,1%, atau sebanyak 63.309.620 kasus orang terkena hipertensi dengan angka
kematian 427.218 kematian (Kemenkes RI, 2019). Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat dari
10 penyakit terbanyak di Provinsi Sumatra Barat hipertensi menduduki peringkat ketiga
sebanyak 248.964 kasus (13,8%) (Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan Data Profil Dinas
Kesehatan Kabupaten Agam pada tahun 2019 jumlah penderita hipertensi adalah 10.951.
Sedangkan pada tahun 2020 penderitahipertensi yang berusia >15 tahun adalah 7.340 (7,1%)
.Berdasarkan data dari puskesmas padang luar pada bulan januari sampai dengan bulan juni
tahun 2025 jumlah hipertensi yang berusia >70 tahun adalah 1.680. . Upaya untuk menangani
kesehatan keluarga dengan mudah yaitu dengan pemberian komplementer terapi rebusan
seledri yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah . Tujuan : Mampu memberikan
Asuhan Keperawatan Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Komplementer Pada
Keluarga Tn.ADi Jorong Padang Lua II Nagari Padang Lua. Metode : Pengumpulan data
menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama PenurunanTekanan
Darah Tinggi. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan hipertensi didapatkan
diagnosa yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, perilaku Kesehatan cenderung
beresiko dan gangguan integritas kulit Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga pada Ny
S dengan hipertensi dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran : diharapkan
karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari-
hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga.
Download From Google Drive