Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.D Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.
Categorie(s):
Kian
Author(s):
Shintia, Agusti
Advisor:
Fatmawati, Del
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Keluarga, Terapi Akupresur, Rematik
DOI:
-
Abstract :
Keluarga dengan tahap VIII yaitu tahap keluarga lansia,
cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat
memengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah rematik. Penyakit rematik ini
dapat ditangani dengan terapi nonfarmakologi, salah satunya terapi akupresur yang
berfungsi untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan
dengan pendekatan terapi komplementer berupa terapi akupresur serta edukasi
kesehatan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada keluarga Tn.
D. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan studi kepustakaan
dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. D, dengan tiga diagnosa
keperawatan yang ditegakkan yaitu: (1) Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak
Efektif b/d kompleksitas program perawatan dibuktikan dengan Ny. A yang
mengalami nyeri akibat rematik, (2) Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko b/d
gaya hidup tidak sehat dibuktikan dengan Tn. D merokok, dan (3) Risiko Jatuh b/d
usia Tn. D dan Ny. A. Hasil: Pada diagnosa pertama dilakukan intervensi berupa
terapi akupresur pada Ny. A, dengan hasil skala nyeri yang semula berada pada
angka 7 menurun menjadi skala 3 pada hari ketiga. Pada diagnosa kedua dan ketiga
diberikan edukasi kesehatan, meliputi bahaya merokok serta upaya pencegahan
jatuh di rumah. Hasilnya, keluarga Tn. D menunjukkan peningkatan pemahaman,
perubahan pola pikir ke arah yang lebih sehat, serta komitmen dalam menghindari
kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan. Kesimpulan: Terapi
akupresur efektif dalam menurunkan skala nyeri pada lansia dengan rematik.
Edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat dan pencegahan jatuh juga berdampak
positif terhadap derajat kualitas hidup keluarga. Oleh karena itu, penerapan
evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan
keperawatan.
cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat
memengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah rematik. Penyakit rematik ini
dapat ditangani dengan terapi nonfarmakologi, salah satunya terapi akupresur yang
berfungsi untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan
dengan pendekatan terapi komplementer berupa terapi akupresur serta edukasi
kesehatan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada keluarga Tn.
D. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan studi kepustakaan
dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. D, dengan tiga diagnosa
keperawatan yang ditegakkan yaitu: (1) Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak
Efektif b/d kompleksitas program perawatan dibuktikan dengan Ny. A yang
mengalami nyeri akibat rematik, (2) Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko b/d
gaya hidup tidak sehat dibuktikan dengan Tn. D merokok, dan (3) Risiko Jatuh b/d
usia Tn. D dan Ny. A. Hasil: Pada diagnosa pertama dilakukan intervensi berupa
terapi akupresur pada Ny. A, dengan hasil skala nyeri yang semula berada pada
angka 7 menurun menjadi skala 3 pada hari ketiga. Pada diagnosa kedua dan ketiga
diberikan edukasi kesehatan, meliputi bahaya merokok serta upaya pencegahan
jatuh di rumah. Hasilnya, keluarga Tn. D menunjukkan peningkatan pemahaman,
perubahan pola pikir ke arah yang lebih sehat, serta komitmen dalam menghindari
kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan. Kesimpulan: Terapi
akupresur efektif dalam menurunkan skala nyeri pada lansia dengan rematik.
Edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat dan pencegahan jatuh juga berdampak
positif terhadap derajat kualitas hidup keluarga. Oleh karena itu, penerapan
evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan
keperawatan.