Hubungan Status gizi, Riwayat Keluarga danPENGGUNAAN JARUM SUNTIK DENGAN KEJADIAN HEPATITIS B (HBSAG +) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEKECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT PER TAHUN 2021 S/D 2023

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sunarti
Advisor:
Sukandar, Detty Afrinawati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hepatitis B, Status gizi, riwayat keluarga, penggunaan jarum suntik
DOI:
-
Abstract :
Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) yang masih menjadi perhatian khusus yang akan
berdampak kepada perkembangan janin. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat pada tahun 2022 kejadian Hepatitis B (HBsAg +) 68 orang
(0,58%) dari 11.615 ibu hamil sedangkan pada tahun 2023 jumlah kejadian
hepatitis B dalam kehamilan yaitu 49 orang (0,47%) dari 10.325 ibu hamil.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi, riwayat keluarga
dan penggunaan jarum suntik dengan kejadian hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu
Hamil di Puskesmas Sekecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Per Tahun
2021 s/d 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan desain
penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil
yang mengalami hepatitis B (HBsAg +) tahun 2021 2023 dengan jumlah sampel
168 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan melihat
rekam medik pasien, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji
statistitik terdapat hubungan status gizi (p = 0,009 dan OR=2,496), riwayat
keluarga (p = 0,000 dan OR=7,701), Penggunaan jarum suntik (p = 0,025 dan OR
= 2,232) dengan Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu Hamil di Puskesmas
Sekecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Per Tahun 2021 s/d 2023.
Kesimpulan terdapat hubungan status gizi (IMT) riwayat keluarga dan
Penggunaan jarum suntik dengan Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu
Hamil. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu mengurangi
faktor resiko terjadinya hepatitis B dalam kehamilan.
Download From Google Drive