Faktor Penghambat Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ihsan, Suhaila
Advisor:
Indreswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Sikap, SOP, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Bidan
DOI:
Abstract :
Kematian bayi pada masa neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan.
Salah satu intervensi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah Inisiasi Menyusui
Dini (IMD), yang mampu mencegah hingga 33% kematian neonatal jika
dilakukan segera setelah lahir. Namun, di wilayah Kecamatan Tambang,
penerapan IMD masih sangat rendah, dengan hanya 34 (1,8%) bayi baru lahir
yang mendapatkan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
penghambat keberhasilan IMD di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Penelitian
ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan bekerja di wilayah kerja
Puskesmas Tambang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden dengan
pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukan mayoritas
responden (50,9%) memiliki sikap negatif, (71,7%) memiliki motivasi sedang,
(50,9%) standar operasional prosedur (SOP) IMD tidak memadai, (62,3%)
dukungan keluarga cukup, dan (71,7%) responden tidak melaksanakan IMD.
Berdasarkan analisis uji statistik dari chi-square diperoleh hasil sikap (p-
value=0,002), motivasi (p-value=0,002), SOP (p-value=0,002) dan dukungan
keluarga (p-value=0,018). Disimpulkan belum optimalnya pelaksanaan IMD,
dimana terdapat hubungan sikap, motivasi, SOP, dan dukungan keluarga terhadap
pelaksanaan pelaksanaan IMD di wilayah kerja puskesmas tambang. Diharapkan
petugas kesehatan meningkatkan dukungan terhadap implementasi IMD dengan
meningkatkan frekuensi untuk melakukan penyuluhan mengenai IMD kepada
masyarakat.
Salah satu intervensi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah Inisiasi Menyusui
Dini (IMD), yang mampu mencegah hingga 33% kematian neonatal jika
dilakukan segera setelah lahir. Namun, di wilayah Kecamatan Tambang,
penerapan IMD masih sangat rendah, dengan hanya 34 (1,8%) bayi baru lahir
yang mendapatkan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
penghambat keberhasilan IMD di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Penelitian
ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan bekerja di wilayah kerja
Puskesmas Tambang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden dengan
pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukan mayoritas
responden (50,9%) memiliki sikap negatif, (71,7%) memiliki motivasi sedang,
(50,9%) standar operasional prosedur (SOP) IMD tidak memadai, (62,3%)
dukungan keluarga cukup, dan (71,7%) responden tidak melaksanakan IMD.
Berdasarkan analisis uji statistik dari chi-square diperoleh hasil sikap (p-
value=0,002), motivasi (p-value=0,002), SOP (p-value=0,002) dan dukungan
keluarga (p-value=0,018). Disimpulkan belum optimalnya pelaksanaan IMD,
dimana terdapat hubungan sikap, motivasi, SOP, dan dukungan keluarga terhadap
pelaksanaan pelaksanaan IMD di wilayah kerja puskesmas tambang. Diharapkan
petugas kesehatan meningkatkan dukungan terhadap implementasi IMD dengan
meningkatkan frekuensi untuk melakukan penyuluhan mengenai IMD kepada
masyarakat.