Pengaruh Penerapan Metode Home Care Terhadap Standar Antropometri Tb/U balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mesda, Sri Kartika
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Home care, balita, stunting
DOI:
-
Abstract :
Temuan kasus Stunting di Puskesmas Padang Tarok tahun 2023 adalah
5,1% (sebanyak 50 kasus) dan pada semester pertama tahun 2024 temuan kasus
stunting turun menjadi 43 kasus dengan temuan 6 (13,95%) kasus balita sangat
pendek. Kondisi tersebut mengindikasikan masih kurang baiknya upaya
percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok. Tujuan
penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan home care terhadap standar
antropometri TB/U balita stunting. Jenis penelitian ini Quasy Eksperimen yang
telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok pada bulan Oktober
Desember tahun 2024. Populasi adalah seluruh balita stunting yaitu sebanyak 43
orang dengan teknik pengambilan sampel purposeive sampling sebanyak 32
orang. Instrumen berupa lembar observasi, analisis data menggunakan uji T-
independent test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata standar antropometri
TB/U balita stunting kelompok intervensi metode home care -2,098 SD dan 50%
responden dengan standar antropometri TB/U termasuk kategori tidak stunting,
rata-rata standar antropometri TB/U balita stunting kelompok kontrol -2,391 SD
dan lebih dari sebagian (68,8%) responden masih termasuk kategori stunting.
Terdapat perbedaan rata-rata standar antropometri TB/U balita stunting antara
kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan beda rata-rata 0,292 SD dan
nilai p = 0,042, dimana standar antropometri TB/U lebih tinggi pada kelompok
intervensi. Disimpulkan bahwa penerapan metode home care berpengaruh
signifikan terhadap standar antropometri TB/U balita stunting. Diharapkan kepada
semua pihak terutama orang tua balita stunting untuk tetap melanjutkan perbaikan
gizi sesuai dengan indikator home care yang telah dilakukan.Serta pada pihak
Puskesmas Padang Tarok juga diharapkan untuk mengaplikasikan metode home
care sebagai teknik pendampingan gizi pada balita stunting.
5,1% (sebanyak 50 kasus) dan pada semester pertama tahun 2024 temuan kasus
stunting turun menjadi 43 kasus dengan temuan 6 (13,95%) kasus balita sangat
pendek. Kondisi tersebut mengindikasikan masih kurang baiknya upaya
percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok. Tujuan
penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan home care terhadap standar
antropometri TB/U balita stunting. Jenis penelitian ini Quasy Eksperimen yang
telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok pada bulan Oktober
Desember tahun 2024. Populasi adalah seluruh balita stunting yaitu sebanyak 43
orang dengan teknik pengambilan sampel purposeive sampling sebanyak 32
orang. Instrumen berupa lembar observasi, analisis data menggunakan uji T-
independent test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata standar antropometri
TB/U balita stunting kelompok intervensi metode home care -2,098 SD dan 50%
responden dengan standar antropometri TB/U termasuk kategori tidak stunting,
rata-rata standar antropometri TB/U balita stunting kelompok kontrol -2,391 SD
dan lebih dari sebagian (68,8%) responden masih termasuk kategori stunting.
Terdapat perbedaan rata-rata standar antropometri TB/U balita stunting antara
kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan beda rata-rata 0,292 SD dan
nilai p = 0,042, dimana standar antropometri TB/U lebih tinggi pada kelompok
intervensi. Disimpulkan bahwa penerapan metode home care berpengaruh
signifikan terhadap standar antropometri TB/U balita stunting. Diharapkan kepada
semua pihak terutama orang tua balita stunting untuk tetap melanjutkan perbaikan
gizi sesuai dengan indikator home care yang telah dilakukan.Serta pada pihak
Puskesmas Padang Tarok juga diharapkan untuk mengaplikasikan metode home
care sebagai teknik pendampingan gizi pada balita stunting.