Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok Kabupaten Agam Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sartika
Advisor:
Miharti, Sari ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status Gizi, Ibu Menyusui
DOI:
-
Abstract :
Capaian pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sumatra Barat di tahun 2023
adalah sebesar 81,6 dan angka ini berapa pada urutan 10 terendah secara nasional.
Begitu juga di Puskesmas Padang Tarok yang mana pada tahun 2023 capaian ASI
Eksklusif adalah 66,7% dan angka berapa pada urutan 3 terendah di Kabupaten
Agam. Salah satu permasalahan permberian ASI eksklusif adalah ketidaklancaran
produksi ASI yang salah satu penyebabnya adalah masalah gizi kurang pada ibu
menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan status gizi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok
tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Padang
Tarok pada bulan November 2024 dengan sampel sebanyak 69 ibu menyusui yang
diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen
berupa kuisioner dan observasi IMT. Analisis data meliputi analisis univariat dan
analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 68,1% responden berpengetahuan tinggi, 56,5% budaya pantang makanan
negatif, 52,2% pola makan tidak seimbang dan 56,5% status gizi baik. Terdapat
hubungan antara pengetahuan (p = 0,001), budaya pantang makanan (p = 0,026,
OR = 3,559) dan pola makan (p = 0,004, OR = 4,911) dengan status gizi ibu
menyusui. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang
nutrisi, budaya pantang makanan dan pola makan dengan status gizi ibu menyusui
di Puskesmas Padang Tarok. Diharapkan kepada semua pihak terutama pihak
petugas kesehatan untuk dapat lebih meningkatkan edukasi tentang jenis makanan
bernutrisi dan makanan yang harus dihindari selama masa menyusui agar faktor
budaya tidak mempengaruhi ibu untuk menerapkan pola makan yang tidak tepat.
adalah sebesar 81,6 dan angka ini berapa pada urutan 10 terendah secara nasional.
Begitu juga di Puskesmas Padang Tarok yang mana pada tahun 2023 capaian ASI
Eksklusif adalah 66,7% dan angka berapa pada urutan 3 terendah di Kabupaten
Agam. Salah satu permasalahan permberian ASI eksklusif adalah ketidaklancaran
produksi ASI yang salah satu penyebabnya adalah masalah gizi kurang pada ibu
menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan status gizi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok
tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Padang
Tarok pada bulan November 2024 dengan sampel sebanyak 69 ibu menyusui yang
diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen
berupa kuisioner dan observasi IMT. Analisis data meliputi analisis univariat dan
analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 68,1% responden berpengetahuan tinggi, 56,5% budaya pantang makanan
negatif, 52,2% pola makan tidak seimbang dan 56,5% status gizi baik. Terdapat
hubungan antara pengetahuan (p = 0,001), budaya pantang makanan (p = 0,026,
OR = 3,559) dan pola makan (p = 0,004, OR = 4,911) dengan status gizi ibu
menyusui. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang
nutrisi, budaya pantang makanan dan pola makan dengan status gizi ibu menyusui
di Puskesmas Padang Tarok. Diharapkan kepada semua pihak terutama pihak
petugas kesehatan untuk dapat lebih meningkatkan edukasi tentang jenis makanan
bernutrisi dan makanan yang harus dihindari selama masa menyusui agar faktor
budaya tidak mempengaruhi ibu untuk menerapkan pola makan yang tidak tepat.