Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas X Koto I.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Yunita
Advisor:
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, ASI Eksklusif, Imunisasi Dasar Lengkap
DOI:
-
Abstract :
Stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi perlu mendapat perhatian,
karena efek yang ditimbulkan sangat kompleks dan mempengaruhi kehidupan.
Angka prevalensi stunting Puskesmas X Koto I berada di posisi 3 tertinggi sebesar
23,6% dari 23 Puskesmas di Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Imunisasi Dasar Lengkap
dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas X Koto
I. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional analitik terhadap 86 ibu
balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September
Desember 2024, data diolah menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan angka kejadian stunting 15,1%, pemberian ASI yang tidak ekslusif
38,4%, dan pemberian imunisasi dasar lengkap yang tidak IDL 55,8%. Hasil
penelitian dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara pemberian ASI
eksklusif dan imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting dengan p value
ASI Eksklusif 0,004, p value imunisasi dasar lengkap 0,010. Oleh sebab itu
disarankan perlu peningkatan sosialisasi tentang stunting terhadap ibu dan
keluarga, memperbanyak informasi tentang stunting dan penyebabnya melalui
media sosial dengan tujuan untuk menurunkan angka kejadian stunting.
karena efek yang ditimbulkan sangat kompleks dan mempengaruhi kehidupan.
Angka prevalensi stunting Puskesmas X Koto I berada di posisi 3 tertinggi sebesar
23,6% dari 23 Puskesmas di Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Imunisasi Dasar Lengkap
dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas X Koto
I. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional analitik terhadap 86 ibu
balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September
Desember 2024, data diolah menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan angka kejadian stunting 15,1%, pemberian ASI yang tidak ekslusif
38,4%, dan pemberian imunisasi dasar lengkap yang tidak IDL 55,8%. Hasil
penelitian dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara pemberian ASI
eksklusif dan imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting dengan p value
ASI Eksklusif 0,004, p value imunisasi dasar lengkap 0,010. Oleh sebab itu
disarankan perlu peningkatan sosialisasi tentang stunting terhadap ibu dan
keluarga, memperbanyak informasi tentang stunting dan penyebabnya melalui
media sosial dengan tujuan untuk menurunkan angka kejadian stunting.