Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Pukesmas Air Dingin Padang Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yuswanda, Yosi Eka
Advisor:
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, Preeklampsia, Anemia, KEK ,BBLR
DOI:
-
Abstract :
Bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian,
keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak
dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Berdasarkan data yang diperoleh
pada tahun 2023 prevalensi angka kejadian BBLR di Kota Padang yaitu sebesar
1,7%.Kejadian BBLR tertinggi berada di Pukesmas Air Dingin sebesar
(25%).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Jenis
penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Case Control.
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Air Dingin Padang dari bulan Juli-
Desember Tahun 2024.Populasi penelitian ini adalah bayi baru lahir yang tercatat
yaitu berjumlah 558 bayi. Pengambilam sampel diambil dengan teknik total
sampling dengan prinsip 1:2 dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Data
penelitian ini menggunakan data rekam medik dengan instrumen penelitiannya
koesioner dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik
Chi-Square.Hasil penelitian lebih dari separuh responden (53%) tidak mengalami
kejadian BBLR. (81,6%) responden tidak mengalami hipertensi, (82,2%)
responden tidak mengalami preeklampsia, (85,5%) responden tidak mengalami
kejadian anemia, (78,9%) responden tidak mengalami kejadian KEK. Kemudian
nilai p=vlue antara hipertensi (p= 0,06), preeklampsia (p= 0,003), anemia
(p=0,000) dan KEK (0,016) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan dari penelitian
ini yaitu ada hubungan hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK dengan
kejadian BBLR.Disarankan untuk tenaga kesehatan diharapkan mampu
melakukan deteksi dini terhadap hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK pada
calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah
(BBLR).
keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak
dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Berdasarkan data yang diperoleh
pada tahun 2023 prevalensi angka kejadian BBLR di Kota Padang yaitu sebesar
1,7%.Kejadian BBLR tertinggi berada di Pukesmas Air Dingin sebesar
(25%).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Jenis
penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Case Control.
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Air Dingin Padang dari bulan Juli-
Desember Tahun 2024.Populasi penelitian ini adalah bayi baru lahir yang tercatat
yaitu berjumlah 558 bayi. Pengambilam sampel diambil dengan teknik total
sampling dengan prinsip 1:2 dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Data
penelitian ini menggunakan data rekam medik dengan instrumen penelitiannya
koesioner dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik
Chi-Square.Hasil penelitian lebih dari separuh responden (53%) tidak mengalami
kejadian BBLR. (81,6%) responden tidak mengalami hipertensi, (82,2%)
responden tidak mengalami preeklampsia, (85,5%) responden tidak mengalami
kejadian anemia, (78,9%) responden tidak mengalami kejadian KEK. Kemudian
nilai p=vlue antara hipertensi (p= 0,06), preeklampsia (p= 0,003), anemia
(p=0,000) dan KEK (0,016) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan dari penelitian
ini yaitu ada hubungan hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK dengan
kejadian BBLR.Disarankan untuk tenaga kesehatan diharapkan mampu
melakukan deteksi dini terhadap hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK pada
calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah
(BBLR).