Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Rizki Arinda
Advisor:
Miharti, Sari Ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, KEK, BBLR, ASI Eksklusif, Pendapatan Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan suatu kondisi yang mengalami gangguan pertumbuhan
sehingga dapat mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Data
Kemenkes RI (2023) pada pertengahan tahun 2023 prevalensi stunting di Indonesia
adalah 21,6 persen. Banyak faktor yang terkait dengan kejadian stunting yaitu faktor
langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas
Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2024. Jenis penelitian adalah retrospektif
dengan desain case control. Populasi pada penelitian adalah seluruh balita Wilayah
Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2023 sebanyak 1663
dengan stunting sebanyak 397. Sampel diambil dengan prinsip 1:2 yaitu sebanyak 94
orang pada balita stunting dan 188 balita tidak stunting. Analisa data univariat disajikan
dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square,
pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil
penelitian menemukan bahwa 95,0% ibu balita tidak memiliki riwayat KEK. 86,2%
balita tidak memiliki riwayat BBLR. 93,3% balita memiliki riwayat pemberian ASI
sampai usia 24 bulan dan 73,8% balita memiliki keluarga berpendapatan tinggi. Ada
hubungan riwayat ibu hamil KEK (p=0,000), riwayat BBLR (p=0,044), riwayat
pemberian ASI (p=0,000) dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian
stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten
Sijunjung. Penelitian disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting
adalah Riwayat KEK, Riwayat BBLR, Riwayat pemberian ASI dan Pendapatan
Keluarga.
sehingga dapat mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Data
Kemenkes RI (2023) pada pertengahan tahun 2023 prevalensi stunting di Indonesia
adalah 21,6 persen. Banyak faktor yang terkait dengan kejadian stunting yaitu faktor
langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas
Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2024. Jenis penelitian adalah retrospektif
dengan desain case control. Populasi pada penelitian adalah seluruh balita Wilayah
Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2023 sebanyak 1663
dengan stunting sebanyak 397. Sampel diambil dengan prinsip 1:2 yaitu sebanyak 94
orang pada balita stunting dan 188 balita tidak stunting. Analisa data univariat disajikan
dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square,
pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil
penelitian menemukan bahwa 95,0% ibu balita tidak memiliki riwayat KEK. 86,2%
balita tidak memiliki riwayat BBLR. 93,3% balita memiliki riwayat pemberian ASI
sampai usia 24 bulan dan 73,8% balita memiliki keluarga berpendapatan tinggi. Ada
hubungan riwayat ibu hamil KEK (p=0,000), riwayat BBLR (p=0,044), riwayat
pemberian ASI (p=0,000) dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian
stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten
Sijunjung. Penelitian disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting
adalah Riwayat KEK, Riwayat BBLR, Riwayat pemberian ASI dan Pendapatan
Keluarga.