Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMAN 1 Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Marsyah, Yelsa Perian
Advisor:
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kesehatan reproduksi, remaja, video edukasi, peningkatan pengetahuan, pendidikan kesehatan
DOI:
-
Abstract :
Kesehatan reproduksi remaja merupakan masalah global yang mendesak,
dengan isu utama seperti kehamilan remaja, kematian ibu remaja, dan infeksi
menular seksual, serta kurangnya akses pendidikan kesehatan reproduksi yang
komprehensif. Di Indonesia tercatat sekitar 2,5 juta kehamilan remaja. Di
Sumatera Barat, angka kehamilan remaja menunjukkan peningkatan, terutama di
Kabupaten Kepulauan Mentawai. Media edukasi berupa video terbukti efektif
dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi (Sari et al.,
2022; Ahmad et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas
penggunaan media audio-visual berbentuk video dalam meningkatkan
pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di SMAN 1 Siberut Utara,
Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini menggunakan desain pre-
eksperimen dengan pendekatan one group pre-post dan teknik pengambilan
sampel Multistage Cluster Sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 64 siswa
dari kelas X E1, X E2 dan X E3. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Analisa univariat menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja dari 64
responden, 28 orang siswa (43,75%) memiliki pengetahuan cukup, dan 24 orang
siswa (37,5%) memiliki pengetahuan kurang sebelum intervensi, menjadi
sebanyak 61 orang siswa (95,3%) dengan pengetahuan baik dan 3 orang siswa
(4,7%) dengan pengetahuan cukup setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan
nilai p = 0,000 (p < 0,005), yang berarti ada pengaruh signifikan pemberian
edukasi melalui audio-visual terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi,
terutama di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan kesehatan yang
memadai.
dengan isu utama seperti kehamilan remaja, kematian ibu remaja, dan infeksi
menular seksual, serta kurangnya akses pendidikan kesehatan reproduksi yang
komprehensif. Di Indonesia tercatat sekitar 2,5 juta kehamilan remaja. Di
Sumatera Barat, angka kehamilan remaja menunjukkan peningkatan, terutama di
Kabupaten Kepulauan Mentawai. Media edukasi berupa video terbukti efektif
dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi (Sari et al.,
2022; Ahmad et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas
penggunaan media audio-visual berbentuk video dalam meningkatkan
pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di SMAN 1 Siberut Utara,
Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini menggunakan desain pre-
eksperimen dengan pendekatan one group pre-post dan teknik pengambilan
sampel Multistage Cluster Sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 64 siswa
dari kelas X E1, X E2 dan X E3. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Analisa univariat menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja dari 64
responden, 28 orang siswa (43,75%) memiliki pengetahuan cukup, dan 24 orang
siswa (37,5%) memiliki pengetahuan kurang sebelum intervensi, menjadi
sebanyak 61 orang siswa (95,3%) dengan pengetahuan baik dan 3 orang siswa
(4,7%) dengan pengetahuan cukup setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan
nilai p = 0,000 (p < 0,005), yang berarti ada pengaruh signifikan pemberian
edukasi melalui audio-visual terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi,
terutama di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan kesehatan yang
memadai.