Faktor risiko tinggi dalam kehamilan dengan kejadian berat badan lahir rendah ( BBLR ) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Pati Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rama, Yani Putri
Advisor:
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, BBLR, Hipertensi, Kurang Energi Kronis, Kelainan jumlah janin, Kelainan besar janin , Paritas, Usia.
DOI:
-
Abstract :
Tingginya angka kejadian BBLR tahun 2024 di Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat di
UPTD Puskesmas Tanjung Pati yang berjumlah 14 bayi perkelahiran hidup.Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui Faktor risiko tinggi dalam kehamilan dengan kejadian
berat badan lahir rendah ( BBLR ) di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Pati tahun 2024.
Penelitian ini kuantitatif menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil risiko tinggi yang memiliki usia
kehamilan 28 minggu, berjumlah 143 orang dan Sampel 64 orang. Teknik pengambilan
sampel secara random sampling,pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada
responden menggunakan lembar ceklis. Analisa data berupa univariat dan bivariat
menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (43,8%) memiliki usia
beresiko. (45,3%) memiliki paritas beresiko (32,8%) mengalami kurang energi kronis,
(48,4%) mengalami anemia, (21,9%) mempunyai riwayat hipertensi,(4,7%) mempunyai
kelainan jumlah janin, (21,9%) mempunyai kelainan besar janin, (26,6%) memiliki bayi
BBLR. Hasil uji statistik usia dengan kejadian BBLR p=0,042, KEK dengan kejadian
BBLR p=0,039, riwayat hipertensi dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan jumlah janin
dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan besar janin dengan kejadian BBLR p=0,000
paritas dengan kejadian BBLR p=0,333,anemia dengan kejadian BBLR p=0,485.
Kesimpulan ada hubungan usia, KEK, riwayat hipertensi, kelainan jumlah janin, kelainan
besar janin dengan kejadian BBLR, tidak ada hubungan paritas, anemia dengan kejadian
BBLR. Diharapkan Puskesmas dapat menjalankan program-program seperti penyuluhan
yang dapat mengidentifikasi dan meningkatkan motivasi ibu dalam memelihara kehamilan
yang sehat dan mewaspadai faktor-faktor resiko kelahiran bayi dengan berat badan lahir
rendah, serta dapat menyusun sebuah perencanaan program yang akan membantu
menurunkan angka kejadian ibu hamil risiko tinggi dan BBLR.
UPTD Puskesmas Tanjung Pati yang berjumlah 14 bayi perkelahiran hidup.Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui Faktor risiko tinggi dalam kehamilan dengan kejadian
berat badan lahir rendah ( BBLR ) di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Pati tahun 2024.
Penelitian ini kuantitatif menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil risiko tinggi yang memiliki usia
kehamilan 28 minggu, berjumlah 143 orang dan Sampel 64 orang. Teknik pengambilan
sampel secara random sampling,pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada
responden menggunakan lembar ceklis. Analisa data berupa univariat dan bivariat
menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (43,8%) memiliki usia
beresiko. (45,3%) memiliki paritas beresiko (32,8%) mengalami kurang energi kronis,
(48,4%) mengalami anemia, (21,9%) mempunyai riwayat hipertensi,(4,7%) mempunyai
kelainan jumlah janin, (21,9%) mempunyai kelainan besar janin, (26,6%) memiliki bayi
BBLR. Hasil uji statistik usia dengan kejadian BBLR p=0,042, KEK dengan kejadian
BBLR p=0,039, riwayat hipertensi dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan jumlah janin
dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan besar janin dengan kejadian BBLR p=0,000
paritas dengan kejadian BBLR p=0,333,anemia dengan kejadian BBLR p=0,485.
Kesimpulan ada hubungan usia, KEK, riwayat hipertensi, kelainan jumlah janin, kelainan
besar janin dengan kejadian BBLR, tidak ada hubungan paritas, anemia dengan kejadian
BBLR. Diharapkan Puskesmas dapat menjalankan program-program seperti penyuluhan
yang dapat mengidentifikasi dan meningkatkan motivasi ibu dalam memelihara kehamilan
yang sehat dan mewaspadai faktor-faktor resiko kelahiran bayi dengan berat badan lahir
rendah, serta dapat menyusun sebuah perencanaan program yang akan membantu
menurunkan angka kejadian ibu hamil risiko tinggi dan BBLR.