Determinan Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2024

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Apriani, Rika
Advisor:
sari, Vitria Komala
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dukungan keluarga, Dukungan petugas kesehatan, Jarak kehamilan, Paritas, Pemberian ASI eksklusif, Riwayat persalinan,
DOI:
-
Abstract :
Pemberian ASI eksklusif di dunia hanya mencapai angka 38%, padahal ASI
ekslusif sangat penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Di Indonesia hanya 42% dari bayi yang berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI
eksklusif. Dari 22 puskesmas di Kabupaten Lima pulih Kota ,Puskesmas Suliki
mengalami penurunan cakupan ASI Eksklusif sangat signifikan yaitu pada tahun 2022
sebesar 85,20% dan pada tahun 2023 mengalami penurunam menjadi 50,50%. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang berhubungan dengan pemberian ASI
eksklusif pada ibu dengan metode case control. Penelitian dilakukan dengan desain case
control melibatkan 84 responden, terdiri dari 42 ibu yang memberikan ASI tidak
eksklusif (kelompok kasus) dan 42 ibu yang memberikan ASI eksklusif (kelompok
kontrol). Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh paritas
(p=0,000 OR 7,0), jarak kehamilan (p=0,043 OR 2,8), riwayat persalinan (p=0,000 OR
0,10), dukungan keluarga (p=0,000 OR 6,6), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,000
OR 8,1). Ibu multipara, dengan jarak kehamilan lebih dari 2 tahun, riwayat persalinan
pervagina, dukungan keluarga, serta dukungan petugas kesehatan memiliki peluang lebih
besar untuk memberikan ASI eksklusif. Paritas, jarak kehamilan, riwayat persalinan,
dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan merupakan determinan utama
dalam pemberian ASI eksklusif. Diharapkan puskesmas dapat merencanakan konselor
ASI khususnya bidan / SDM pengelola program IBU dan Anak dalam meningkatkan
kualitas layanan.
Download From Google Drive