Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Tahun 2024.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sari, Widya Mayang
Advisor:
Sari, Novi Wulan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
asap rokok, bblr, jarak kehamilan, usia ibu, usia kehamilan
DOI:
-
Abstract :
Angka kejadian BBLR di Puskesmas Maninjau pada tahun 2021 sebanyak
5,65%, tahun 2022 sebanyak 6,8%, dan tahun 2023 sebanyak 10% dari jumlah
bayi baru lahir Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja
Puskesmas Maninjau Tahun 2024.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case
control. Populasi adalah semua Ibu yang melahirkan bayi yang tercatat dalam data
Kohort Ibu dari Bulan Januari 2021 s/d Desember tahun 2023 sebanyak 753.
Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling dan diolah dan secara
komputerisasi.
Hasil analias univariat didapatkan 79,8% usia yang tidak beresiko, 55,2%
paritas yang tidak beresiko, 91,8% jarak kehamilan yang tidak beresiko, 80,3%
tidak KEK, 88,5% tidak anemia, 79,2% sampel melahirkan dengan usia
kehamilan yang aterm, 83,1% tidak memiliki komplikasi kehamilan, 81,4%
terpapar asap rokok, 67,7% tidak BBLR. Hasil analisa bivariat didapatkan
terdapat hubungan usia ibu ( p 0,004 dan OR 2,269), jarak kehamilan ( p 0,045
dan OR 3,346), LiLA (p 0,0001 dan OR 4,352), kadar Hb ( p 0,001 dan OR
4,894), usia kehamilan (p 0,0001 dan OR 186,542), komplikasi kehamilan ( p
0,0001 dan OR 13,426) dan paparan asap rokok (p 0,019 dan OR 3,492) dengan
kejadian BBLR.
Dapat disimpulkan bahwa usia ibu, jarak kehamilan, LiLA, kadar Hb, usia
kehamilan, komplikasi kehamilan dan paparan asap rokok memiliki pengaruh
besar terhadap kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau. Untuk itu
disarankan kepada petugas puskesmas Maninjau agar dapat memberikan upaya
preventif yang optimal dalam penanganan bayi berat lahir rendah (BBLR).
Download From Google Drive