Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Besar Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sandri, Resti
Advisor:
Delvina, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pijat Laktasi, Produksi ASI, Post Partum
DOI:
-
Abstract :
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021 menampilkan angka
52.5 persen untuk capaian ASI eksklusif di dunia, sedangkan menurut data terbaru
tahun 2023 di Kabupaten Dharmasraya di Puskesmas Koto Besar Kabupaten
Dharmasraya capaian ASI eksklusifnya yaitu 8 persen. Rendahnya capaian ASI
eksklusif tersebut bisa diakibatkan karena ketidaklancaran ASI, yang dipengaruhi
oleh sedikitnya jumlah ASI setelah bersalin akibat rangsangan hormon penghasil
ASI yang masih kurang. Berbagai cara diupayakan dalam mengatasi
permasalahan tersebut termasuk salah satunya dengan pijat laktasi. Penelitian ini
dilakukan agar peneliti dapat membuktikan secara langsung bagaimana
kelancaran ASI setelah pijat laktasi ini di aplikasikan ke ibu post partum di
Puskesmas Koto Besar. Metode yang diambil untuk penelitian ini adalah dengan
quasi-eksperimen yaitu One group pretest-posttest Analysis. Dengan memakai
analisa univariat, bivariat dan uji normalitas serta uji Wilcoxon karena
berdistribusi tidak normal, yang didapatkan dengan pengolahan data
menggunakan program komputerisasi Dengan menggunakan teknik purposive
sampling, maka peneliti melakukan penelitian pada 30 orang sampel yang diteliti
dari bulan November sampai Desember tahun 2024. Hasil uji statistik didapatkan
nilai 4.83 untuk rata-rata kelancaran ASI sebelum pijat laktasi dan nilai 6.87
setelah pijat laktasi. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Ranks p-value 0.00. Dapat
disimpulkan dari skor rata-rata kelancaran pengeluaran ASI bahwa pijat laktasi
mampu meningkat jumlah ASI dan dapat dijadikan alternative dalam upaya
meningkatkan jumlah ASI.
52.5 persen untuk capaian ASI eksklusif di dunia, sedangkan menurut data terbaru
tahun 2023 di Kabupaten Dharmasraya di Puskesmas Koto Besar Kabupaten
Dharmasraya capaian ASI eksklusifnya yaitu 8 persen. Rendahnya capaian ASI
eksklusif tersebut bisa diakibatkan karena ketidaklancaran ASI, yang dipengaruhi
oleh sedikitnya jumlah ASI setelah bersalin akibat rangsangan hormon penghasil
ASI yang masih kurang. Berbagai cara diupayakan dalam mengatasi
permasalahan tersebut termasuk salah satunya dengan pijat laktasi. Penelitian ini
dilakukan agar peneliti dapat membuktikan secara langsung bagaimana
kelancaran ASI setelah pijat laktasi ini di aplikasikan ke ibu post partum di
Puskesmas Koto Besar. Metode yang diambil untuk penelitian ini adalah dengan
quasi-eksperimen yaitu One group pretest-posttest Analysis. Dengan memakai
analisa univariat, bivariat dan uji normalitas serta uji Wilcoxon karena
berdistribusi tidak normal, yang didapatkan dengan pengolahan data
menggunakan program komputerisasi Dengan menggunakan teknik purposive
sampling, maka peneliti melakukan penelitian pada 30 orang sampel yang diteliti
dari bulan November sampai Desember tahun 2024. Hasil uji statistik didapatkan
nilai 4.83 untuk rata-rata kelancaran ASI sebelum pijat laktasi dan nilai 6.87
setelah pijat laktasi. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Ranks p-value 0.00. Dapat
disimpulkan dari skor rata-rata kelancaran pengeluaran ASI bahwa pijat laktasi
mampu meningkat jumlah ASI dan dapat dijadikan alternative dalam upaya
meningkatkan jumlah ASI.