Faktor Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yunisvi, Vivi
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Balita Usia 24 – 59 Bulan, Faktor Risiko, Stunting
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan masalah kesehatan global yang signifikan. Pada tahun
2023, Stunting mempengaruhi sekitar 22,3% atau 148,1 juta anak di bawah usia 5
tahun. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor multidimensi. Tujuan
penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian
Stunting pada balita usia 24 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji
Kota Pariaman tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas
Kurai Taji Kota Pariaman pada bulan September November 2024. Populasi
penelitian terdiri dari 351 balita yang tersebar di 9 desa/ kelurahan. Sampel
sebanyak 78 orang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen yang
digunakan meliputi microtoise, buku Kesehatan Ibu dan Anak, dan kuesioner.
Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Analisis univariat
menunjukkan 60,3% balita mengalami Stunting, 76,9% balita tidak memiliki
riwayat berat badan lahir rendah, 69,2% ibu tidak mengalami anemia pada saat
hamil, 67,9% balita mendapatkan ASI Eksklusif, 78,2% balita memiliki riwayat
MP-ASI yang tidak sesuai dan 56,4% balita dengan pola asuh pemberian makan
yang tepat. Analisa bivariat menunjukkan hubungan kejadian Stunting dengan
riwayat BBLR (p = 0,011), riwayat anemia saat hamil (p = 0,002), ASI Eksklusif
(p = 0,007), riwayat MP-ASI (p = 0,008) dan pola asuh pemberian makan (p =
0,019). Ada hubungan antara riwayat BBLR, riwayat anemia saat hamil, ASI
Eksklusif, riwayat MP-ASI, dan pola asuh pemberian makan dengan kejadian
Stunting pada balita usia 24 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji
Kota Pariaman tahun 2024. Disarankan agar orang tua membawa balita ke
posyandu secara teratur untuk pemantauan status gizi dan pencegahan stunting
lebih lanjut.
2023, Stunting mempengaruhi sekitar 22,3% atau 148,1 juta anak di bawah usia 5
tahun. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor multidimensi. Tujuan
penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian
Stunting pada balita usia 24 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji
Kota Pariaman tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas
Kurai Taji Kota Pariaman pada bulan September November 2024. Populasi
penelitian terdiri dari 351 balita yang tersebar di 9 desa/ kelurahan. Sampel
sebanyak 78 orang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen yang
digunakan meliputi microtoise, buku Kesehatan Ibu dan Anak, dan kuesioner.
Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Analisis univariat
menunjukkan 60,3% balita mengalami Stunting, 76,9% balita tidak memiliki
riwayat berat badan lahir rendah, 69,2% ibu tidak mengalami anemia pada saat
hamil, 67,9% balita mendapatkan ASI Eksklusif, 78,2% balita memiliki riwayat
MP-ASI yang tidak sesuai dan 56,4% balita dengan pola asuh pemberian makan
yang tepat. Analisa bivariat menunjukkan hubungan kejadian Stunting dengan
riwayat BBLR (p = 0,011), riwayat anemia saat hamil (p = 0,002), ASI Eksklusif
(p = 0,007), riwayat MP-ASI (p = 0,008) dan pola asuh pemberian makan (p =
0,019). Ada hubungan antara riwayat BBLR, riwayat anemia saat hamil, ASI
Eksklusif, riwayat MP-ASI, dan pola asuh pemberian makan dengan kejadian
Stunting pada balita usia 24 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji
Kota Pariaman tahun 2024. Disarankan agar orang tua membawa balita ke
posyandu secara teratur untuk pemantauan status gizi dan pencegahan stunting
lebih lanjut.