Analisis Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2025.
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Yetti, Zulhelma
Advisor:
Nurhayati
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
aktif,pasif penemuan kasus, tuberkulosis
DOI:
-
Abstract :
Salah satu langkah prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat TBC adalah dengan penemuan kasus dengan strategi
secara pasif, aktif intensif dan masif. Estimasi kasus TBC di Indonesia pada tahun
2025 mencapai 1.090.000 kasus, dengan target deteksi 90% sementara Puskesmas
Malalak adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Agam dengan capaian penemuan
kasus tuberkulosis sampai Agustus 2025 sebesar 6,8%. Ketidaktercapaian
pelaksanaan penemuan kasus TBC dipengaruhi oleh input dan proses pelaksanaan
program. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan
penemuan kasus Tuberkulosis di Puskesmas Malalak tahun 2025. Jenis penelitian ini
kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini
adalah informan yang berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan informan
purposive sampling dengan instrument pedoman wawancara dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triangulasi data.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 15 Agustus 2025. Hasil penelitian
didapatkan komponen input: kebijakan mengacu kepada Perpres nomor 67 tahun
2021, SDM masih kurang karena adanya rangkap jabatan, dana bersumber dari dana
BLUD dan BOK, sarana prasarana sudah ada namun untuk pemeriksaan sputum kita
mengirim ke Puskesmas yang ada TCM. Komponen proses: pelaksanaan, penemuan
kasus TBC lebih banyak secara pasif daripada aktif dan adanya pot sputum yang
tidak kembali ke petugas dari terduga TBC, dan monitoring dan evaluasi sudah
berjalan dengan baik. Komponen output: capaian penemuan kasus TBC masih
rendah (6,8%). Kesimpulan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Puskesmas
Malalak belum mencapai target Nasional 70 %. Diharapkan puskesmas dapat
memaksimalkan kegiatan penemuan kasus secara aktif dengan pemberdayaan kader
wilayah melalui kegiatan skrining intensif ke masyarakat.
kesakitan dan kematian akibat TBC adalah dengan penemuan kasus dengan strategi
secara pasif, aktif intensif dan masif. Estimasi kasus TBC di Indonesia pada tahun
2025 mencapai 1.090.000 kasus, dengan target deteksi 90% sementara Puskesmas
Malalak adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Agam dengan capaian penemuan
kasus tuberkulosis sampai Agustus 2025 sebesar 6,8%. Ketidaktercapaian
pelaksanaan penemuan kasus TBC dipengaruhi oleh input dan proses pelaksanaan
program. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan
penemuan kasus Tuberkulosis di Puskesmas Malalak tahun 2025. Jenis penelitian ini
kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini
adalah informan yang berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan informan
purposive sampling dengan instrument pedoman wawancara dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triangulasi data.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 15 Agustus 2025. Hasil penelitian
didapatkan komponen input: kebijakan mengacu kepada Perpres nomor 67 tahun
2021, SDM masih kurang karena adanya rangkap jabatan, dana bersumber dari dana
BLUD dan BOK, sarana prasarana sudah ada namun untuk pemeriksaan sputum kita
mengirim ke Puskesmas yang ada TCM. Komponen proses: pelaksanaan, penemuan
kasus TBC lebih banyak secara pasif daripada aktif dan adanya pot sputum yang
tidak kembali ke petugas dari terduga TBC, dan monitoring dan evaluasi sudah
berjalan dengan baik. Komponen output: capaian penemuan kasus TBC masih
rendah (6,8%). Kesimpulan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Puskesmas
Malalak belum mencapai target Nasional 70 %. Diharapkan puskesmas dapat
memaksimalkan kegiatan penemuan kasus secara aktif dengan pemberdayaan kader
wilayah melalui kegiatan skrining intensif ke masyarakat.