Analisis Faktor- faktor yang mempengaruhi Wanita usia subur (WUS) melakukan pemeriksaan IVA di Kota Pariaman tahun 2025.
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Refica, Yunia
Advisor:
Nurdin
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Tingkat pengetahuan, dukungan suami, sumber informasi/media, peran
petugas kesehatan,sosial budaya, pemeriksaan IVA
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan ketiga sebagai kasus kanker
yang banyak terjadi. Di Sumatera Barat terdapat 61 perempuan mengidap kanker
serviks dan 358 orang dinyatakan positif IVA .Tujuan penelitian untuk mengetahui
Analisis Faktor- faktor yang mempengaruhi Wanita usia subur (WUS) melakukan
pemeriksaan IVA di Kota Pariaman tahun 2025. Jenis penelitian ini bersifat mix-
metod dilakukan pada Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini WUS di Kota
Pariaman, jumlah sampel 374 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik
cluster sampling. Teknik pengolahan datanya yaitu editing, coding, entry, cleaning,
tabulating dan data analisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan
terdapat 245 orang (65,5%) WUS yang pengetahuannya rendah, lebih dari separoh
53,5% suami yang tidak mendukung WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA. 65%
WUS yang tidak mendapatkan informasi tentang IVA. 35,8 % peran petugas
Kesehatan rendah dalam pemeriksaan IVA. Dan 51,9 % sosial budaya mengenai IVA
kurang baik. Hasil uji statistic tidak ada hubungan antara Tingkat pengetahuan dan
peran petugas Kesehatan dengan pemeriksaan IVA. Hasil uji statistic ada hubungan
dukungan suami, sumber informasi, peran petugas Kesehatan dan sosial budaya
dengan pemeriksaan IVA. Kesimpulan adalah adanya hubungan, p-value Dukungan
Suami: 0,00, p-value sumber informasi/media: 0,00, p value sosial budaya 0,008) dan
yang tidak berhubungan (p-value tingkat pengetahuan: 0,89 dan p-value peran petugas
kesehatan: 0,084). Kebijakan pelaksanaan pemeriksaan IVA di Kota Pariaman telah
didukung sumber daya manusia yang cukup memadai walaupun masih diperlukan
SDM lagi jika ada pencapaian pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana, dana cukup
memadai. Capaian program masih belum mencapai target.Untuk itu disarankan kepada
petugas Kesehatan untuk meningkatkan pemberian informasi/penyuluhan lebih
mendalam kepada WUS bahwa pentingnya pemeriksaan IVA agar
Masyarakat/pemerintah bisa mendeteksi sejak dini kanker leher Rahim.
yang banyak terjadi. Di Sumatera Barat terdapat 61 perempuan mengidap kanker
serviks dan 358 orang dinyatakan positif IVA .Tujuan penelitian untuk mengetahui
Analisis Faktor- faktor yang mempengaruhi Wanita usia subur (WUS) melakukan
pemeriksaan IVA di Kota Pariaman tahun 2025. Jenis penelitian ini bersifat mix-
metod dilakukan pada Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini WUS di Kota
Pariaman, jumlah sampel 374 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik
cluster sampling. Teknik pengolahan datanya yaitu editing, coding, entry, cleaning,
tabulating dan data analisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan
terdapat 245 orang (65,5%) WUS yang pengetahuannya rendah, lebih dari separoh
53,5% suami yang tidak mendukung WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA. 65%
WUS yang tidak mendapatkan informasi tentang IVA. 35,8 % peran petugas
Kesehatan rendah dalam pemeriksaan IVA. Dan 51,9 % sosial budaya mengenai IVA
kurang baik. Hasil uji statistic tidak ada hubungan antara Tingkat pengetahuan dan
peran petugas Kesehatan dengan pemeriksaan IVA. Hasil uji statistic ada hubungan
dukungan suami, sumber informasi, peran petugas Kesehatan dan sosial budaya
dengan pemeriksaan IVA. Kesimpulan adalah adanya hubungan, p-value Dukungan
Suami: 0,00, p-value sumber informasi/media: 0,00, p value sosial budaya 0,008) dan
yang tidak berhubungan (p-value tingkat pengetahuan: 0,89 dan p-value peran petugas
kesehatan: 0,084). Kebijakan pelaksanaan pemeriksaan IVA di Kota Pariaman telah
didukung sumber daya manusia yang cukup memadai walaupun masih diperlukan
SDM lagi jika ada pencapaian pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana, dana cukup
memadai. Capaian program masih belum mencapai target.Untuk itu disarankan kepada
petugas Kesehatan untuk meningkatkan pemberian informasi/penyuluhan lebih
mendalam kepada WUS bahwa pentingnya pemeriksaan IVA agar
Masyarakat/pemerintah bisa mendeteksi sejak dini kanker leher Rahim.