Analisis Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Pada Remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Koto Alam Kabupaten Agam Tahun 2025.

Categorie(s):
   Tesis
Author(s):
   Wirpiani, Yolla
Advisor:
Oktavianis
Efriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku, Merokok, Remaja, Pengetahuan, Sikap, Teman Sebaya, Orang Tua, Iklan Rokok, Peran Tenaga Kesehatan
DOI:
-
Abstract :
Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai masalah,
termasuk kecanduan rokok. Proporsi perokok lebih tinggi pada remaja berusia 15 tahun.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok
pada remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Koto Alam.
Metode yang digunakan adalah Mixed Method Research dengan desain kuantitatif cross
sectional dan kualitatif explanatory sequential. Sampel kuantitatif berjumlah 300 siswa dari
populasi 838 siswa menggunakan stratified random sampling, sedangkan data kualitatif
diperoleh dari 10 informan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen.
Hasil penelitian, siswa merokok 157 orang (52,2%), pengetahuan kurang 186 orang
(61,8%), sikap negatif 115 orang (38,2%), terpengaruh orang tua 72 orang (23,9%), terpengaruh
teman sebaya 154 orang (51,2%), terpengaruh iklan 152 orang (50,5%), peran tenaga kesehatan
kurang baik 141 orang (46,8%). Tidak ada hubungan pengetahuan (p- value 0,353) dan perilaku
merokok teman sebaya (p-value 0.908) dengan perilaku merokok remaja, ada hubungan sikap
dengan perilaku merokok remaja (p- value 0,000), perilaku merokok orang tua dengan perilaku
merokok remaja (p-value 0,003), pengaruh iklan dengan perilaku merokok remaja (p-value
0,000), peran tenaga kesehatan (p-value 0,021) dengan perilaku merokok remaja. Variabel yang
paling berpengaruh adalah pengaruh iklan rokok (OR=26,97).
Perilaku merokok remaja disebabkan oleh lemahnya regulasi, mudahnya akses rokok,
ketersediaan sumber daya yang tidak efektif dan efisien, rendahnya komitmen diri sendiri untuk
tidak merokok, pengaruh orang tua dan lingkungan, dan tidak adanya sanksi tegas bagi remaja
yang merokok.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, keterlibatan keluarga, dan
intervensi khusus untuk mengatasi kecanduan, sehingga perilaku merokok remaja dapat ditekan
secara efektif.
Download From Google Drive