Analisis Peran Lintas Sector dan Lintas Program dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Palembayan dan Puskesmas Koto Alam Kabupaten Agam 2025.

Categorie(s):
   Tesis
Author(s):
   Juwarnis, Yelmita
Advisor:
Hasnita, Evi
Abidin, Zainal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
lintas sector, lintas program, penanganan stunting
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan, namun
berdasarkan kriteria WHO masih tergolong kategori tinggi (>20%). Walaupun
pemerintah sudah berupaya maksimal, namun hasilnya belum optimal sesuai
dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran lintas
sector dan lintas program dalam penanganan stunting. Jenis penelitian Mixed
Method dengan desain Sequential Explanatory. Tempat penelitian di wilayah
kerja Puskesmas Palembayan dan Puskesmas Koto Alam pada bulan Agustus
September 2025. Populasi adalah seluruh orang tua yang memiliki balita stunting
di wilayah kerja Puskesmas Palembaya dan Puskesmas Koto Alam, berjumlah
223 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Informan terdiri
dari kepala puskesmas, pemegang program KIA, pemegang program gizi, Bidan
desa dan kader posyandu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan
wawancara mendalam kemudian diolah serta disajikan melalui tahap editing,
coding, scoring, entry dan tabulating, serta reduksi data. Hasil penelitian
didapatkan faktor penyebab stunting yaitu anemia (7,2 %), BBLR (7,2 %), infeksi
penyakit (1,3 %), pendapatan rendah (75,8 %) dan faktor keturunan (16,6%).
Sebanyak 52,0 % responden menyatakan peran lintas sektor pada kategori kurang
baik dan 95,5 % menyatakan peran lintas program pada kategori baik.
Ketersediaan input masih perlu upaya peningkatan agar intervensi bisa lebih
optimal dan berkelanjutan. Proses penanganan stunting dimulai dengan
perencanaan yang dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif. Pada output
masih terdapat tantangan seperti efektivitas penyuluhan, peran kader yang kurang,
serta pemanfaatan teknologi digital belum optimal. Disimpulkan perlu
peningkatan input, proses dan output dalam rangka optimalisasi penanganan
stunting. Diharapkan pada dinas kesehatan agar memperkuat koordinasi lintas
sektor dengan pemerintah desa, PKK, serta lembaga terkait.
Download From Google Drive