Analisis Determinan Penyebab Anemia Pada Remaja Putri Melalui Skrining Anemia Di Kota Sungai Penuh Tahun 2025.
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Monalisa
Advisor:
Nurhayati
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, Remaja Putri, Skrining
DOI:
-
Abstract :
Salah satu masalah kesehatan yang menjadi beban pada remaja, khususnya remaja
putri adalah anemia. Data kesehatan Kota Sungai penuh (2024) diperoleh remaja putri yang
melakukan skrining 1013 orang (80,1%), dan teridentifikasi anemia 343 orang (33,8%).
Tujuan penelitian mengetahui Determinan Penyebab Anemia Pada Remaja Putri Melalui
Skrining Anemia Di Kota Sungai Penuh.
Metode penelitian mixed method. Penelitian dilaksanakan Mei Juli 2025. Populasi
siswi SMA 702 siswi. Sampel dengan simple random sampling 88 siswi. Desain penelitian
kuantitatif pendekatan crossectionalstudy. Pengumpulan data dengan observasi. Kualitatif
dengan indepth interview. Informan berjumlah 20. Analisa data univariate, bivariate uji
chisquare-test. Multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pengolahan data kualitatif
menggunakan proses reduksi data, penyajian data, menafsirkan data serta analisa dengan
triangulasi data.
Hasil penelitian univariate (53,4%) mengalami anemia, 54 (61,4%) pengetahuan
tinggi. 57 (64,8%) lama menstruasi yang tidak berisiko. 59 (67%) memiliki pola makan
yang sesuai. 64 (72,7%) memiliki pola tidur yang baik. 55 (62,5%) memiliki IMT normal.
51 (58%) responden penghasilan orang tua remaja putri sudah diatas UMR. 54 (61,4%)
mendapat dukungan orang tua. 48 (54,5%) mendapat dukungan guru. 57 (64,8%) peran
tenaga kesehatan sudah baik. Analisa bivariate variabel yang paling berhubungan yaitu
pengetahuan (0,005), dukungan orang tua (0,005), pola makan (0,006), lama menstruasi
(0,024), dan peran petugas kesehatan (0,027). Kemudian untuk analisa multivariate
diperoleh nilai Rsquare = 0,494 artinya semua variabel mempengaruhi kejadian anemia
sebesar 49,4%. Dari nilai OR paling besar yaitu variabel lama menstruasi yang paling
mempengaruhi kejadian anemia remaja OR yaitu 4,773. Hasil kualitatif diperoleh
pelaksanaan skrining anemia pada remaja putri di Kota Sungai Penuh masih belum
mencapai cakupan maksimal. Umumnya pemeriksaan Hb hanya dilakukan pada siswi
kelas X (SMA) , dan belum menyeluruh ke semua kelas. Hal ini disebabkan oleh
keterbatasan alat, tenaga, dan waktu. Meskipun ada yang menyebut kegiatan sudah sesuai
sasaran, sebagian besar menyatakan cakupan masih rendah, berkisar 6070%, bahkan ada
sekolah yang belum pernah dilakukan pemeriksaan.
Diharapkan kepada Remaja putri diharapkan aktif mencari informasi tentang
penyebab, gejala, dan dampak anemia, serta cara pencegahannya, terutama melalui media
edukatif atau konsultasi dengan petugas kesehatan sekolah maupun Puskesmas.
putri adalah anemia. Data kesehatan Kota Sungai penuh (2024) diperoleh remaja putri yang
melakukan skrining 1013 orang (80,1%), dan teridentifikasi anemia 343 orang (33,8%).
Tujuan penelitian mengetahui Determinan Penyebab Anemia Pada Remaja Putri Melalui
Skrining Anemia Di Kota Sungai Penuh.
Metode penelitian mixed method. Penelitian dilaksanakan Mei Juli 2025. Populasi
siswi SMA 702 siswi. Sampel dengan simple random sampling 88 siswi. Desain penelitian
kuantitatif pendekatan crossectionalstudy. Pengumpulan data dengan observasi. Kualitatif
dengan indepth interview. Informan berjumlah 20. Analisa data univariate, bivariate uji
chisquare-test. Multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pengolahan data kualitatif
menggunakan proses reduksi data, penyajian data, menafsirkan data serta analisa dengan
triangulasi data.
Hasil penelitian univariate (53,4%) mengalami anemia, 54 (61,4%) pengetahuan
tinggi. 57 (64,8%) lama menstruasi yang tidak berisiko. 59 (67%) memiliki pola makan
yang sesuai. 64 (72,7%) memiliki pola tidur yang baik. 55 (62,5%) memiliki IMT normal.
51 (58%) responden penghasilan orang tua remaja putri sudah diatas UMR. 54 (61,4%)
mendapat dukungan orang tua. 48 (54,5%) mendapat dukungan guru. 57 (64,8%) peran
tenaga kesehatan sudah baik. Analisa bivariate variabel yang paling berhubungan yaitu
pengetahuan (0,005), dukungan orang tua (0,005), pola makan (0,006), lama menstruasi
(0,024), dan peran petugas kesehatan (0,027). Kemudian untuk analisa multivariate
diperoleh nilai Rsquare = 0,494 artinya semua variabel mempengaruhi kejadian anemia
sebesar 49,4%. Dari nilai OR paling besar yaitu variabel lama menstruasi yang paling
mempengaruhi kejadian anemia remaja OR yaitu 4,773. Hasil kualitatif diperoleh
pelaksanaan skrining anemia pada remaja putri di Kota Sungai Penuh masih belum
mencapai cakupan maksimal. Umumnya pemeriksaan Hb hanya dilakukan pada siswi
kelas X (SMA) , dan belum menyeluruh ke semua kelas. Hal ini disebabkan oleh
keterbatasan alat, tenaga, dan waktu. Meskipun ada yang menyebut kegiatan sudah sesuai
sasaran, sebagian besar menyatakan cakupan masih rendah, berkisar 6070%, bahkan ada
sekolah yang belum pernah dilakukan pemeriksaan.
Diharapkan kepada Remaja putri diharapkan aktif mencari informasi tentang
penyebab, gejala, dan dampak anemia, serta cara pencegahannya, terutama melalui media
edukatif atau konsultasi dengan petugas kesehatan sekolah maupun Puskesmas.