Analisis Perilaku Orang Tua Dalam Penerapan Pola Makan Terhadap Kejadian Karies Berdasarkan Status Gizi Pada Balita Di Puskesmas Air Tawar Kota Padang.
Categorie(s):
Tesis
Author(s):
Dewi, Ice Tresia
Advisor:
Hasnita, Evi
Putra, Billy Harnaldo
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Analisis, Karies Gigi, Pola Makan, Perilaku Orang Tua, Status Gizi, Balita.
DOI:
-
Abstract :
Karies pada balita berdampak pada kesehatan lokal hingga sistemik yang
memengaruhi status gizi. WHO memperkirakan karies anak 60-90%, data
nasional 65,5%, Sumatera Barat 48,2% dan kota Padang 36,71%. Penelitian di
Puskesmas Air Tawar Kota Padang menganalisis hubungan perilaku orang tua
(pengetahuan, sikap, tindakan) dalam penerapan pola makan terhadap kejadian
karies, berdasarkan status gizi balita.
Penelitian metode mixed methods desain cross-sectional. Data kuantitatif
melalui kuesioner, kualitatif melalui wawancara, sampel simple random sampling:
96 orang dilakukan bulan September 2025. Variabel kuantitatif: pengetahuan,
sikap, tindakan orang tua terhadap karies. Analisis univariat, bivariat, multivariat,
dan triangulasi data untuk kualitatif.
Hasil univariat: balita bermasalah gizi dan karies (54,2%), ibu
pengetahuan baik (56,3%), sikap baik (61,5%), tindakan kurang (46,9%). Bivariat
melalui chi-square; variabel berhubungan status gizi dengan kejadian karies (p
value=0,01). Pada semua balita, variabel berhubungan pengetahuan dengan karies
(p-value=0,018), variabel sikap dan tindakan tidak. Multivariat melalui regresi
logistik; secara bersama-sama variabel pengetahuan dan sikap berpengaruh
tehadap karies, yang paling berpengaruh pengetahuan OR 3,007. Pada balita
dengan status gizi normal; pengetahuan, sikap, dan tindakan tidak berhubungan
dengan karies. Pada balita dengan masalah gizi; sikap ibu berhubungan dengan
karies (p-value=0,024), pengetahuan dan tindakan tidak. Multivariat: secara
bersama-sama variabel pengetahuan, sikap dan tindakan berpengaruh tehadap
karies, variabel sikap paling berpengaruh OR 8,381. Analisis kualitatif: perilaku
pemberian makan dipengaruhi faktor multi dimensional, termasuk pola asuh,
hambatan ekonomi, dan inkonsistensi praktik.
Disimpulkan status gizi memengaruhi dampak perilaku orang tua terhadap
karies. Saran, diperlukan integrasi program gizi dan kesehatan gigi, didukung
kebijakan agar tercapai output kesehatan balita optimal, kesehatan gigi baik.
memengaruhi status gizi. WHO memperkirakan karies anak 60-90%, data
nasional 65,5%, Sumatera Barat 48,2% dan kota Padang 36,71%. Penelitian di
Puskesmas Air Tawar Kota Padang menganalisis hubungan perilaku orang tua
(pengetahuan, sikap, tindakan) dalam penerapan pola makan terhadap kejadian
karies, berdasarkan status gizi balita.
Penelitian metode mixed methods desain cross-sectional. Data kuantitatif
melalui kuesioner, kualitatif melalui wawancara, sampel simple random sampling:
96 orang dilakukan bulan September 2025. Variabel kuantitatif: pengetahuan,
sikap, tindakan orang tua terhadap karies. Analisis univariat, bivariat, multivariat,
dan triangulasi data untuk kualitatif.
Hasil univariat: balita bermasalah gizi dan karies (54,2%), ibu
pengetahuan baik (56,3%), sikap baik (61,5%), tindakan kurang (46,9%). Bivariat
melalui chi-square; variabel berhubungan status gizi dengan kejadian karies (p
value=0,01). Pada semua balita, variabel berhubungan pengetahuan dengan karies
(p-value=0,018), variabel sikap dan tindakan tidak. Multivariat melalui regresi
logistik; secara bersama-sama variabel pengetahuan dan sikap berpengaruh
tehadap karies, yang paling berpengaruh pengetahuan OR 3,007. Pada balita
dengan status gizi normal; pengetahuan, sikap, dan tindakan tidak berhubungan
dengan karies. Pada balita dengan masalah gizi; sikap ibu berhubungan dengan
karies (p-value=0,024), pengetahuan dan tindakan tidak. Multivariat: secara
bersama-sama variabel pengetahuan, sikap dan tindakan berpengaruh tehadap
karies, variabel sikap paling berpengaruh OR 8,381. Analisis kualitatif: perilaku
pemberian makan dipengaruhi faktor multi dimensional, termasuk pola asuh,
hambatan ekonomi, dan inkonsistensi praktik.
Disimpulkan status gizi memengaruhi dampak perilaku orang tua terhadap
karies. Saran, diperlukan integrasi program gizi dan kesehatan gigi, didukung
kebijakan agar tercapai output kesehatan balita optimal, kesehatan gigi baik.