Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi MKJP di Puskesmas Kota Pariaman tahun 2025.

Categorie(s):
   Tesis
Author(s):
   Elita, Enti
Advisor:
Nurhayati
Sulung, Neila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Dukungan Pasangan, Peran Petugas, Budaya, Persepsi, Kontrasepsi MKJP
DOI:
-
Abstract :
Tren kebutuhan penggunaan metode/alat KB di antara wanita menikah
pada SDKI 2023 yaitu sebesar 73%, hal ini menunjukkan penurunan yang minim
dilihat dari periode sebelumnya yaitu sebesar 74% pada SDKI 2022. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemilihan
kontrasepsi MKJP di Puskesmas Kota Pariaman tahun 2025. Objek penelitian
yang dilakukan di 4 Puskesmas Kota Pariaman. Jenis penelitian mix method.
Variabel penelitian independen adalah pengetahuan, dukungan pasangan, peran
petugas, budaya, persepsi. Variabel dependen adalah penggunaan kontrasepsi
MKJP. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor KB sebanyak 374 orang.
Informan dalam penelitian ini adalah Kepala UPTDKB, Kepala Puskesmas,
pemegang program KB dinas KB dan Puskesmas dan Akseptor KB. Data
dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada informan dan penyebaran
angket dan uji analisa data yang digunakan adalah triangulasi sumber (data), uji
univariat dan uji bivariat dengan analisa chi square. Terdapat hubungan
pengetahuan, dukungan suami, budaya, persepsi dengan pemilihan kontrasepsi
MKJP. Tidak terdapat hubungan peran petugas terhadap pemilihan kontrasepsi
MkJP dengan p value 0,664. Kebijakan pelaksanaan program Metode Kontrasepsi
Jangka Panjang (MKJP) di Kota Pariaman telah didukung oleh sumber daya
manusia yang sudah berkompeten dan juga dukungan sarana dan prasarana,
kesesuaian anggaran dana untuk operasional program kontrasepsi MKJP. Capaian
program masih di bawah target yang telah ditetapkan. Kesimpulan penelitian
bahwa capaian metode kontrasepsi MKJP di Kota Pariaman masih belum
mencapai target. Salah satu faktor yang mempengaruhi capaian program MKJP
tersebut adalah dukungan suami yang masih kurang dan juga pengetahuan
masyarakat yang masih rendah. Kerjasama dengan lintas sektoral ke depannya
lebih ditingkatkan lagi dan juga durasi dan frekuensi edukasi kesehatan kepada
pasangan usia subur juga ditingkatkan.
Download From Google Drive