Perbandingan Kualitas Air Dilihat Dari Kadar Coliform Pada Depot Air Minum Isi Ulang Yang Di Masak Dan Yang Tidak Di Masak Di Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rahma, Siti
Advisor:
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Depot air minum isi ulang, Coliform, Kualitas air
DOI:
-
Abstract :
Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan usaha penyediaan air minum
curah tanpa kemasan yang diminati masyarakat karena harganya lebih murah
dibandingkan air kemasan. Namun, kualitasnya masih diragukan akibat minimnya
informasi tentang proses pengolahan dan pengawasan.
Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas air berdasarkan kadar
coliform pada air DAMIU yang dimasak dan tidak dimasak di Kecamatan Padang
Gelugur, Kabupaten Pasaman. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain
eksperimen laboratorium pada Februari Maret 2025, melibatkan 6 depot dengan
teknik total sampling. Data diperoleh melalui uji laboratorium dan dianalisis secara
univariat dan bivariat.
Hasil menunjukkan kadar coliform rata-rata pada air dimasak sebesar 527
CFU/100 mL, dan yang tidak dimasak sebesar 523,67 CFU/100 mL. Kadar tertinggi di
depot C (597 CFU/100 mL) dan terendah di depot A (77 CFU/100 mL). Hasil uji
independent samples t-test diperoleh Pvalue = 0,990 (0,05) (Ho diterima). Artinya
tidak terdapat perbedaan kualitas air berdasarkan kadar coliform depot air minum isi
ulang dimasak dengan yang tidak dimasak.
Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar coliform antara air DAMIU
yang dimasak dan tidak dimasak. Disarankan agar pengelola DAMIU di Kecamatan
Padang Gelugur meningkatkan higiene dan sanitasi selama proses pengolahan air agar
memenuhi standar mutu dan bebas dari cemaran coliform.
curah tanpa kemasan yang diminati masyarakat karena harganya lebih murah
dibandingkan air kemasan. Namun, kualitasnya masih diragukan akibat minimnya
informasi tentang proses pengolahan dan pengawasan.
Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas air berdasarkan kadar
coliform pada air DAMIU yang dimasak dan tidak dimasak di Kecamatan Padang
Gelugur, Kabupaten Pasaman. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain
eksperimen laboratorium pada Februari Maret 2025, melibatkan 6 depot dengan
teknik total sampling. Data diperoleh melalui uji laboratorium dan dianalisis secara
univariat dan bivariat.
Hasil menunjukkan kadar coliform rata-rata pada air dimasak sebesar 527
CFU/100 mL, dan yang tidak dimasak sebesar 523,67 CFU/100 mL. Kadar tertinggi di
depot C (597 CFU/100 mL) dan terendah di depot A (77 CFU/100 mL). Hasil uji
independent samples t-test diperoleh Pvalue = 0,990 (0,05) (Ho diterima). Artinya
tidak terdapat perbedaan kualitas air berdasarkan kadar coliform depot air minum isi
ulang dimasak dengan yang tidak dimasak.
Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar coliform antara air DAMIU
yang dimasak dan tidak dimasak. Disarankan agar pengelola DAMIU di Kecamatan
Padang Gelugur meningkatkan higiene dan sanitasi selama proses pengolahan air agar
memenuhi standar mutu dan bebas dari cemaran coliform.