Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB Di Kota Bukittinggi Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Adriani, Monica
Advisor:
Aprilliani, Cici
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stres Kerja, SLB, Guru
DOI:
-
Abstract :
Aktivitas mengajar anak berkebutuhan khusus memiliki permasalahan
belajar yang sangat kompleks dan diperlukan pengananan khusus yang diberikan
oleh para guru di SLB. Ini menjadi sumber stres bagi guru karena tuntutan tugas
yang diberikan seperti melatih keterampilan anak dan membuat anak menjadi
mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan stres kerja pada guru SLB. Metode penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian
adalah 87 guru, jumlah sampel 82 guru dikurangi 5 guru yang diwawancarai
survei awal. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner. Analisis data
menggunakan uji univariat dan uji bivariat yaitu uji chi-square = 0,05. Hasil
penelitian menunjukan responden yang mengalami beban kerja ringan 46
responden (56,1%), iklim organisasi baik 45 responden (54,9%), dukungan sosial
baik responden (53,7%) dan efikasi diri tinggi 45 responden (54,9%). Hasil uji
chi-square diperoleh ada hubungan yang antara beban kerja (P=0,023;OR=3,173),
iklim organisasi (P=0,037;OR=2,896) dengan stres kerja. Tidak ada hubungan
dukungan sosial (P=0,319), efikasi diri (P=0,783) dengan stres kerja. Dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan beban kerja dan iklim organisasi dengan
stres kerja. Diharapkan SLB mampu memberikan pengelolaan beban kerja yang
baik sesuai kemampuan guru serta memberikan iklim organisasi dengan baik dan
selalu melibatkan seluruh tenaga kerja dalam mengambil keputusan.
belajar yang sangat kompleks dan diperlukan pengananan khusus yang diberikan
oleh para guru di SLB. Ini menjadi sumber stres bagi guru karena tuntutan tugas
yang diberikan seperti melatih keterampilan anak dan membuat anak menjadi
mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan stres kerja pada guru SLB. Metode penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian
adalah 87 guru, jumlah sampel 82 guru dikurangi 5 guru yang diwawancarai
survei awal. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner. Analisis data
menggunakan uji univariat dan uji bivariat yaitu uji chi-square = 0,05. Hasil
penelitian menunjukan responden yang mengalami beban kerja ringan 46
responden (56,1%), iklim organisasi baik 45 responden (54,9%), dukungan sosial
baik responden (53,7%) dan efikasi diri tinggi 45 responden (54,9%). Hasil uji
chi-square diperoleh ada hubungan yang antara beban kerja (P=0,023;OR=3,173),
iklim organisasi (P=0,037;OR=2,896) dengan stres kerja. Tidak ada hubungan
dukungan sosial (P=0,319), efikasi diri (P=0,783) dengan stres kerja. Dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan beban kerja dan iklim organisasi dengan
stres kerja. Diharapkan SLB mampu memberikan pengelolaan beban kerja yang
baik sesuai kemampuan guru serta memberikan iklim organisasi dengan baik dan
selalu melibatkan seluruh tenaga kerja dalam mengambil keputusan.