Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Perilaku Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan Jajanan Sekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Madras Kecamatan Jangkat Tahun 2025.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Welni, Lisa
Advisor:
Apriliani, Cici
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Higiene, Sanitasi, Jajanan, Sekolah, Lingkungan.
DOI:
-
Abstract :
Makanan jajanan sekolah berperan penting dalam memenuhi energi anak,
namun bila tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi dapat menimbulkan
masalah kesehatan. Kondisi tersebut juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas
Muara Madras Kecamatan Jangkat, di mana sebagian pedagang belum
menerapkan praktik higiene secara memadai. Penelitian ini bertujuan mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku higiene sanitasi
penjamah makanan jajanan sekolah.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Populasi adalah seluruh pedagang jajanan di 27 sekolah wilayah kerja Puskesmas
Muara Madras, dengan sampel 87 responden melalui total sampling. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki sikap
negatif (52,9%), sarana prasarana tidak memenuhi syarat (57,5%), dan lingkungan
yang kurang higienis (58,6%). Sebagian besar pedagang juga tidak mendapat
pengawasan dari petugas kesehatan (86,2%). Penerapan higiene sanitasi masih
rendah, dengan 65,5% responden tidak memenuhi syarat. Analisis bivariat
menunjukkan hanya faktor lingkungan yang berhubungan signifikan dengan
penerapan higiene sanitasi (p=0,001).
Disimpulkan bahwa lingkungan berperan penting dalam penerapan higiene
sanitasi pedagang jajanan sekolah. Pedagang diharapkan menjaga kebersihan area
berjualan, melengkapi sarana prasarana, serta meningkatkan perilaku bersih.
Puskesmas Muara Madras diharapkan memperkuat pembinaan, edukasi, dan
pengawasan rutin guna mewujudkan jajanan sekolah yang sehat dan aman.
namun bila tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi dapat menimbulkan
masalah kesehatan. Kondisi tersebut juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas
Muara Madras Kecamatan Jangkat, di mana sebagian pedagang belum
menerapkan praktik higiene secara memadai. Penelitian ini bertujuan mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku higiene sanitasi
penjamah makanan jajanan sekolah.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Populasi adalah seluruh pedagang jajanan di 27 sekolah wilayah kerja Puskesmas
Muara Madras, dengan sampel 87 responden melalui total sampling. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki sikap
negatif (52,9%), sarana prasarana tidak memenuhi syarat (57,5%), dan lingkungan
yang kurang higienis (58,6%). Sebagian besar pedagang juga tidak mendapat
pengawasan dari petugas kesehatan (86,2%). Penerapan higiene sanitasi masih
rendah, dengan 65,5% responden tidak memenuhi syarat. Analisis bivariat
menunjukkan hanya faktor lingkungan yang berhubungan signifikan dengan
penerapan higiene sanitasi (p=0,001).
Disimpulkan bahwa lingkungan berperan penting dalam penerapan higiene
sanitasi pedagang jajanan sekolah. Pedagang diharapkan menjaga kebersihan area
berjualan, melengkapi sarana prasarana, serta meningkatkan perilaku bersih.
Puskesmas Muara Madras diharapkan memperkuat pembinaan, edukasi, dan
pengawasan rutin guna mewujudkan jajanan sekolah yang sehat dan aman.