Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto Pada Tahun 2025.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Aulia, Aminah Fitri
Advisor:
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diare, Balita, Pengetahuan,Sikap Ibu, Cuci Tangan, Air Bersih, Jamban Sehat
DOI:
-
Abstract :
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas
pada balita, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto tahun
2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan desain case-control. Sampel
penelitian terdiri dari 102 ibu yang memiliki balita, masing-masing 51 kasus (balita dengan diare) dan 51
kontrol (balita tanpa diare). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis
menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% ( = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian diare pada balita
dengan beberapa faktor, yaitu pengetahuan ibu (p = 0,000; OR = 120,000), sikap ibu (p = 0,000; OR =
20,429), kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p = 0,000; OR = 41,071), penggunaan air bersih (p = 0,000; OR
= 48,077), dan penggunaan jamban sehat (p = 0,000; OR = 146,154).
Faktor Penggunaan jamban sehat menjadi faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian diare pada
balita. Intervensi yang dapat dilakukan dari petugas kesehatan yaitu melakukan penyuluhan rutin dengan
harapan dapat menurunkan angka kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Talawi Kota
Sawahlunto.
pada balita, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto tahun
2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan desain case-control. Sampel
penelitian terdiri dari 102 ibu yang memiliki balita, masing-masing 51 kasus (balita dengan diare) dan 51
kontrol (balita tanpa diare). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis
menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% ( = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian diare pada balita
dengan beberapa faktor, yaitu pengetahuan ibu (p = 0,000; OR = 120,000), sikap ibu (p = 0,000; OR =
20,429), kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p = 0,000; OR = 41,071), penggunaan air bersih (p = 0,000; OR
= 48,077), dan penggunaan jamban sehat (p = 0,000; OR = 146,154).
Faktor Penggunaan jamban sehat menjadi faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian diare pada
balita. Intervensi yang dapat dilakukan dari petugas kesehatan yaitu melakukan penyuluhan rutin dengan
harapan dapat menurunkan angka kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Talawi Kota
Sawahlunto.