Hubungan Sanitasi Pengolahan Makanan dan Minuman Jajanan Murid Terhadap Kejadian Diare di Sekolah Dasar di Kecamatan Lembah Melintang.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Zuhri, Adzanul
Advisor:
Athosra
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
personal higiene, penjamah makanan, diare, sekolah dasar
DOI:
-
Abstract :
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia
sekolah di Indonesia. Faktor yang berperan antara lain adalah kebersihan
makanan, sanitasi lingkungan, personal higiene penjamah makanan, serta proses
pengolahan es batu di kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan higiene sanitasi penjamah makanan terhadap kejadian diare pada siswa
sekolah dasar di Kecamatan Lembah Melintang. Penelitian menggunakan desain
cross sectional dengan jumlah sampel 30 responden. Data dikumpulkan melalui
kuesioner mengenai higiene penjamah makanan serta observasi, kemudian
dianalisis menggunakan uji chi-square dan perhitungan odds ratio (OR). Dari 30
responden, sebanyak 20 siswa (66,7%) mengalami diare dan 10 siswa (33,3%)
tidak mengalami diare. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,010 (p < 0,05),
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
proses pengolahan es batu dengan kejadian diare di sekolah dasar. Nilai OR 10,67
(95% CI: 1,11102,04), yang berarti penjamah dengan proses pengolahan es batu
yang buruk memiliki peluang sekitar 11 kali lebih besar untuk menyebabkan
terjadinya diare dibandingkan dengan penjamah yang melakukan pengolahan
dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa proses pengolahan es batu yang tidak
higienis menjadi faktor risiko penting dalam kejadian diare.. Faktor lain seperti
kualitas air, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
kemungkinan lebih berpengaruh
sekolah di Indonesia. Faktor yang berperan antara lain adalah kebersihan
makanan, sanitasi lingkungan, personal higiene penjamah makanan, serta proses
pengolahan es batu di kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan higiene sanitasi penjamah makanan terhadap kejadian diare pada siswa
sekolah dasar di Kecamatan Lembah Melintang. Penelitian menggunakan desain
cross sectional dengan jumlah sampel 30 responden. Data dikumpulkan melalui
kuesioner mengenai higiene penjamah makanan serta observasi, kemudian
dianalisis menggunakan uji chi-square dan perhitungan odds ratio (OR). Dari 30
responden, sebanyak 20 siswa (66,7%) mengalami diare dan 10 siswa (33,3%)
tidak mengalami diare. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,010 (p < 0,05),
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
proses pengolahan es batu dengan kejadian diare di sekolah dasar. Nilai OR 10,67
(95% CI: 1,11102,04), yang berarti penjamah dengan proses pengolahan es batu
yang buruk memiliki peluang sekitar 11 kali lebih besar untuk menyebabkan
terjadinya diare dibandingkan dengan penjamah yang melakukan pengolahan
dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa proses pengolahan es batu yang tidak
higienis menjadi faktor risiko penting dalam kejadian diare.. Faktor lain seperti
kualitas air, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
kemungkinan lebih berpengaruh