Hubungan Kepadatan Larva Nyamuk Aedes Penyebab Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum 1 Kabupaten Tanah Datar Tahun 2025.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Raihan, Muhammad Sultan
Advisor:
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Demam Berdarah Dengue, kepadatan larva, Aedes aegypti, case-control.
DOI:
-
Abstract :
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia,
termasuk di Kabupaten Tanah Datar. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus yang berkembang biak pada genangan air bersih. Wilayah kerja Puskesmas
Lima Kaum I mencatat 38 kasus DBD pada tahun 2023, menunjukkan perlunya kajian lebih
lanjut mengenai faktor risiko penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
antara kepadatan larva nyamuk Aedes sp. dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas
Lima Kaum I, Kabupaten Tanah Datar, tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif. Populasi
penelitian adalah rumah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum I. Sampel dipilih
dengan perbandingan 1:2, terdiri dari 38 rumah dengan kasus DBD dan 76 rumah sebagai
kontrol. Kepadatan larva diukur menggunakan Angka Bebas Jentik (ABJ), Breteau Index (BI),
Container Index (CI), dan House Index (HI).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepadatan larva nyamuk Aedes
sp. dengan kejadian DBD. Kepadatan larva yang tinggi meningkatkan risiko infeksi DBD,
dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kebersihan tempat tinggal dan kebiasaan masyarakat
dalam mengelola tempat penampungan air serta sampah rumah tangga. Hasil analisis
menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (nilai p-value >0,05) yang
menunjukkan bahwa hipotesis diterima atau kepadatan larva Aedes dengan kejadian Demam
Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar
memiliki hubungan yang bermakna. Kemudian pada hasil uji statistik diperoleh nilai OR(Odd
Ratio) = 0,06 yang mana diartikan bahwa responden yang berada pada kepadatan larva memiliki
peluang 0,06 kali ditemukannya jentik nyamuk Aedes Sp
Disimpulkanlah tingginya kepadatan larva nyamuk Aedes sp. berhubungan erat dengan
peningkatan kasus DBD. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat
dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Puskesmas dan dinas
kesehatan diharapkan memperkuat program pengendalian vektor melalui edukasi, fogging
selektif, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk
mengevaluasi efektivitas program pengendalian vektor yang telah diterapkan.
termasuk di Kabupaten Tanah Datar. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus yang berkembang biak pada genangan air bersih. Wilayah kerja Puskesmas
Lima Kaum I mencatat 38 kasus DBD pada tahun 2023, menunjukkan perlunya kajian lebih
lanjut mengenai faktor risiko penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
antara kepadatan larva nyamuk Aedes sp. dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas
Lima Kaum I, Kabupaten Tanah Datar, tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif. Populasi
penelitian adalah rumah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum I. Sampel dipilih
dengan perbandingan 1:2, terdiri dari 38 rumah dengan kasus DBD dan 76 rumah sebagai
kontrol. Kepadatan larva diukur menggunakan Angka Bebas Jentik (ABJ), Breteau Index (BI),
Container Index (CI), dan House Index (HI).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepadatan larva nyamuk Aedes
sp. dengan kejadian DBD. Kepadatan larva yang tinggi meningkatkan risiko infeksi DBD,
dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kebersihan tempat tinggal dan kebiasaan masyarakat
dalam mengelola tempat penampungan air serta sampah rumah tangga. Hasil analisis
menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (nilai p-value >0,05) yang
menunjukkan bahwa hipotesis diterima atau kepadatan larva Aedes dengan kejadian Demam
Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar
memiliki hubungan yang bermakna. Kemudian pada hasil uji statistik diperoleh nilai OR(Odd
Ratio) = 0,06 yang mana diartikan bahwa responden yang berada pada kepadatan larva memiliki
peluang 0,06 kali ditemukannya jentik nyamuk Aedes Sp
Disimpulkanlah tingginya kepadatan larva nyamuk Aedes sp. berhubungan erat dengan
peningkatan kasus DBD. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat
dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Puskesmas dan dinas
kesehatan diharapkan memperkuat program pengendalian vektor melalui edukasi, fogging
selektif, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk
mengevaluasi efektivitas program pengendalian vektor yang telah diterapkan.