Pengaruh Pemberian Keripik Tempe dan Jus Jeruk Manis terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di MTSN Koto Baru Dharmasraya
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Suzalia, Hesa
Advisor:
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, Keripik tempe, jeruk manis
DOI:
-
Abstract :
WHO menyatakan bahwa prevalensi kejadian anemia pada remaja putri
sebesar 23%. Indonesia 45,56%. Sumatera Barat 58,4% Kabupaten Dharmasraya
tahun 2023 anemia ringan pada remaja 569 remaja, anemia sedang 212 remaja
dan anemia berat 14 remaja. Berdasarkan data dari Puskesmas Koto Baru
terdapat 16 Sekolah pemeriksaan HB pada penjaringan anak sekolah, didapatkan
anemia tertinggi di MTSN Koto baru dengan jumlah 72 remaja. Tujuan
penelitian Pengaruh Pemberian Keripik Tempe dan Jus Jeruk Manis terhadap
Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di MTSN Koto Baru
Dharmasraya. Jenis penelitian one grup. Desain penelitian pretest posttest
group. Populasi 44 remaja putri anemia ringan. Sampel dengan simple random
sampling yaitu 33 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi.
Analisa data diolah dengan dengan univariat dan bivariate menggunakan uji
paired sample T-test. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata kadar Hb remaja putri
sebelum pemberian keripik temped an jus jeruk manis adalah 11,13 g/dl dengan
standar deviasi 0,52. Kadar Hb terendah adalah 10,10 g/dl dan tertinggi 11,80
g/dl. Rata-rata kadar Hb remaja putri sesudah pemberian keripik temped an jus
jeruk manis adalah 13,94 g/dl dengan standar deviasi 1,51. Kadar Hb terendah
adalah 11,10 g/dl dan tertinggi 18,30 g/dl. Ada Pengaruh kadar hemoglobin
terhadap pemberian keripik tempe dan jus jeruk manis pada remaja putri MTSN
Koto Baru Dharmasraya Tahun 2024 nilai 0.000. Disimpulkan bahwa ada
Pengaruh Pemberian Keripik Tempe dan Jus Jeruk Manis terhadap Kadar
Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di MTSN Koto Baru Dharmasraya.
Diharapkan kepada siswa untuk dapat mengkonsumsi olahan tempe dan jeruk
manis untuk mencegah anemia.
sebesar 23%. Indonesia 45,56%. Sumatera Barat 58,4% Kabupaten Dharmasraya
tahun 2023 anemia ringan pada remaja 569 remaja, anemia sedang 212 remaja
dan anemia berat 14 remaja. Berdasarkan data dari Puskesmas Koto Baru
terdapat 16 Sekolah pemeriksaan HB pada penjaringan anak sekolah, didapatkan
anemia tertinggi di MTSN Koto baru dengan jumlah 72 remaja. Tujuan
penelitian Pengaruh Pemberian Keripik Tempe dan Jus Jeruk Manis terhadap
Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di MTSN Koto Baru
Dharmasraya. Jenis penelitian one grup. Desain penelitian pretest posttest
group. Populasi 44 remaja putri anemia ringan. Sampel dengan simple random
sampling yaitu 33 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi.
Analisa data diolah dengan dengan univariat dan bivariate menggunakan uji
paired sample T-test. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata kadar Hb remaja putri
sebelum pemberian keripik temped an jus jeruk manis adalah 11,13 g/dl dengan
standar deviasi 0,52. Kadar Hb terendah adalah 10,10 g/dl dan tertinggi 11,80
g/dl. Rata-rata kadar Hb remaja putri sesudah pemberian keripik temped an jus
jeruk manis adalah 13,94 g/dl dengan standar deviasi 1,51. Kadar Hb terendah
adalah 11,10 g/dl dan tertinggi 18,30 g/dl. Ada Pengaruh kadar hemoglobin
terhadap pemberian keripik tempe dan jus jeruk manis pada remaja putri MTSN
Koto Baru Dharmasraya Tahun 2024 nilai 0.000. Disimpulkan bahwa ada
Pengaruh Pemberian Keripik Tempe dan Jus Jeruk Manis terhadap Kadar
Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia di MTSN Koto Baru Dharmasraya.
Diharapkan kepada siswa untuk dapat mengkonsumsi olahan tempe dan jeruk
manis untuk mencegah anemia.