Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Jorong Koja Kenagarian Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Elnis, Hera Oktria
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
DOI:
-
Abstract :
Penyakit Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama pada balita. Di Indonesia, setiap anak mengalami diare 2-8
kali setiap tahunnya dengan rata-rata 3,3 kali, menunjukkan bahwa terdapat
100.000 balita meninggal setiap tahunnya karena diare atau 273 balita meninggal
setiap harinya, 11 balita meninggal setiap jamnya, dan 1 balita meninggal setiap
5,5 menitnya. Data Kesehatan Indonesia tahun 2022, Kabupaten Pasaman Barat
nomor tiga tertinggi kasus diare dengan angka 10,44%. Jenis penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode survei. Hasil
penelitian menunjukkan 80 sampel balita didapatkan 65 balita (81,2%) tidak
pernah mengalami diare, 15 balita (18,8 %) pernah mengalami diare, 54 balita
( 67,5 %) ASI Eksklusif, 26 balita (32,5%) tidak ASI Eksklusif, 60 balita (75%)
riwayat imunisasi lengkap, 20 balita (25%) riwayat imunisasi tidak lengkap, 47
ibu balita (58,8%) pengetahuan tinggi, 33 ibu balita (41,2%) pengetahuan rendah,
46 balita (57,5%) tindakan pencegahan diare baik, 34 balita (42,5%) tindakan
pencegahan diare kurang baik dan 40 balita (50%) pola makan baik, 40 balita
(50%) dengan pola makan kurang baik. Hasil uji chi square menunjukan ada
hubungan antara ASI Eksklusif (p=0,000), Status Imunisasi (p=0,000), Tingkat
Pengetahuan ibu (p=0,000), Tindakan Pencegahan Diare (p=0,000) dan Pola
Makan (p=0,000) dengan kejadian diare pada balita di Jorong Koja Kenagarian
Kinali Kabupaten Pasaman Barat tahun 2024. Saran untuk ibu balita supaya
meningkatkan pengetahuan mengenai diare pada balita.
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama pada balita. Di Indonesia, setiap anak mengalami diare 2-8
kali setiap tahunnya dengan rata-rata 3,3 kali, menunjukkan bahwa terdapat
100.000 balita meninggal setiap tahunnya karena diare atau 273 balita meninggal
setiap harinya, 11 balita meninggal setiap jamnya, dan 1 balita meninggal setiap
5,5 menitnya. Data Kesehatan Indonesia tahun 2022, Kabupaten Pasaman Barat
nomor tiga tertinggi kasus diare dengan angka 10,44%. Jenis penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode survei. Hasil
penelitian menunjukkan 80 sampel balita didapatkan 65 balita (81,2%) tidak
pernah mengalami diare, 15 balita (18,8 %) pernah mengalami diare, 54 balita
( 67,5 %) ASI Eksklusif, 26 balita (32,5%) tidak ASI Eksklusif, 60 balita (75%)
riwayat imunisasi lengkap, 20 balita (25%) riwayat imunisasi tidak lengkap, 47
ibu balita (58,8%) pengetahuan tinggi, 33 ibu balita (41,2%) pengetahuan rendah,
46 balita (57,5%) tindakan pencegahan diare baik, 34 balita (42,5%) tindakan
pencegahan diare kurang baik dan 40 balita (50%) pola makan baik, 40 balita
(50%) dengan pola makan kurang baik. Hasil uji chi square menunjukan ada
hubungan antara ASI Eksklusif (p=0,000), Status Imunisasi (p=0,000), Tingkat
Pengetahuan ibu (p=0,000), Tindakan Pencegahan Diare (p=0,000) dan Pola
Makan (p=0,000) dengan kejadian diare pada balita di Jorong Koja Kenagarian
Kinali Kabupaten Pasaman Barat tahun 2024. Saran untuk ibu balita supaya
meningkatkan pengetahuan mengenai diare pada balita.