Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2024

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Roza, Harmimi
Advisor:
Indereswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Balita
DOI:
-
Abstract :
Secara global, stunting dan malnutrisi masih menjadi permasalahan
dibeberapa negara, yaitu sekitar 148,1 juta anak dibawah usia 5 tahun menderita
stunting. Begitu juga di Puskesmas Lubuk Basung yang mana pada tahun 2023
tercatat sebanyak 40 kasus stunting dan angka ini merupakan temuan tertinggi
dalam 3 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini deskriptif analitik
dengan pendekatan cross sectional studyh. Populasi adalah seluruh balita di
wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung yaitu sebanyak 1564 balita. Pengambilan
sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak
94 responden. Pengumpulan data pada menggunakan instrumen kuisioner lembar
observasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan chisquare-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,3%
responden dengan BBL normal, 78,7% kelahiran aterm, 76,6% responden jarang
mengalami penyakit infeksi, 51,1% ekonomi orang tua rendah, 58,5% ASI
eksklusif, 61,7% tidak stunting. Terdapat hubungan antara BBLR (p = 0,016, OR
= 3,418), kelahiran premature (p = 0,046, OR = 3,125), status ekonomi orang tua
(p = 0,009, OR = 3,458), riwayat penyakit infeksi (p = 0,011, OR =3,977), riwayat
pemberian ASI Eksklusif (p = 0,049, OR =2,566) dengan kejadian stunting pada
balita. Disimpulkan bahwa riwayat BBLR, kelahiran premature, ekonomi orang
tua, penyakit infeksi dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita.
Diharapkan kepada semua pihak terutama pemerintah dan instansi kesehatan
untuk melakukan maksimalisasi 1000 HPK sebagai upaya percepatan penurunan
stunting
Download From Google Drive