Pengaruh Kompres Lidah Buaya (Aloevera) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Usia 3-6 Tahun Yang Mengalami Demam Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Muaro Paiti Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Novia, Gusrilasari
Advisor:
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Demam, Kompres Lidah Buaya, Penurunan Suhu Tubuh
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI jumlah 4.444 pasien yang mengalami gejala
demam di Indonesia pada tahun 2017, sebanyak 13.219 anak dengan suhu 37,5C hingga
38C menderita gejala demam, sering di jumpai pada kelompok anak-anak pada usia 3-5
tahun telah mencapai 22,70% pengalaman dan rentang usia kedua 8-15 tahun mencapai
30,19%. Jumlah kasus demam lebih tinggi di bandingkan dengan negara-negara lain, dan
dilaporkan sekitar 80-90% dan semua demam dilaporkan demam sederhana. Dimana
demam tersebut bisa karena demam biasa, demam disertai kejang dan juga demam
dengan disertai batuk dan pilek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
( quasi experiment design), dengan pendekatan one group pretest-posttest design (tes
awal dan tes akhir). Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Muaro
Paiti pada bulan September tahun 2024. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia 3-6
tahun yang mengalami demam sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan sampel
yaitu total sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan analisis
univariate menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan sebelum dan sesudah pemberian kompres lidah buaya terhadap anak yang
mengalami demam. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu diharapkan kepada tenaga
kesehatan agar senantiasa konsisten dalam memberikan pelayanan yang bermutu.
Banyaknya inisiatif dan tindakan baik yang dapat dilakukan tenaga kesehatan akan
memberikan manfaat bagi penanganan pasien demam, salah satunya menggunakan
metode kompres liadah buaya.
demam di Indonesia pada tahun 2017, sebanyak 13.219 anak dengan suhu 37,5C hingga
38C menderita gejala demam, sering di jumpai pada kelompok anak-anak pada usia 3-5
tahun telah mencapai 22,70% pengalaman dan rentang usia kedua 8-15 tahun mencapai
30,19%. Jumlah kasus demam lebih tinggi di bandingkan dengan negara-negara lain, dan
dilaporkan sekitar 80-90% dan semua demam dilaporkan demam sederhana. Dimana
demam tersebut bisa karena demam biasa, demam disertai kejang dan juga demam
dengan disertai batuk dan pilek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
( quasi experiment design), dengan pendekatan one group pretest-posttest design (tes
awal dan tes akhir). Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Muaro
Paiti pada bulan September tahun 2024. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia 3-6
tahun yang mengalami demam sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan sampel
yaitu total sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan analisis
univariate menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan sebelum dan sesudah pemberian kompres lidah buaya terhadap anak yang
mengalami demam. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu diharapkan kepada tenaga
kesehatan agar senantiasa konsisten dalam memberikan pelayanan yang bermutu.
Banyaknya inisiatif dan tindakan baik yang dapat dilakukan tenaga kesehatan akan
memberikan manfaat bagi penanganan pasien demam, salah satunya menggunakan
metode kompres liadah buaya.