Persepsi Bidan Terhadao Metode Tiup Tiup Pada Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Handayani, Fitria
Advisor:
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Persepsi bidan, Metode Tiup – tiup, Persalinan
DOI:
-
Abstract :
Partus lama menduduki urutan kedua komplikasi pada persalinan.
Sebanyak 835 (5%) kematian ibu diakibatkan oleh partus lama. Salah satu metoda
nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri persalinan adalah
penggunaan hipnosis dalam persalinan atau disebut juga Tiup-tiup yang
merupakan metode alamiah yang digunakan untuk menghilangkan rasa takut,
panik, tegang dan tekanan-tekanan lain yang menghantui ibu selama persalinan.
Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif
dilakukan wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum 1 tahun 2024. Subjek purposive 8
bidan sebagai informan yang mewakili karakter berbeda-beda berpartisipasi dalam
penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan
observasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis tematik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) semua bidan mengetahui tentang
metode persalinan tiup-tiup 2) Diperoleh hasil semua informan memilki
pengalaman positifn dalam penerapan metode tiup tiup meskipun terdapat dua
responden yang mengatakan sulit pada awal penerapan 3) dalam pelaksanaannya
informan menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi efektivitas
metode tiup-tiup 4) metode tiup-tiup dinilai berhasil dalam membantu ibu bersalin
mengelola rasa sakit dan kecemasan selama persalinan sehingga dapat rileks dan
tenang yang membutuhkan peran serta ibu untuk mengikuti intruksi bidan 5)
Pandangan informan terhadap metode tiup-tiup secara umum positif. Informan
menilai bahwa metode tiup-tiup tidak hanya mendukung ibu hamil dalam
mengelola rasa sakit dan kecemasan, tetapi juga mengurangi stres petugas
kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagian besar bidan memiliki
pandangan positif terhadap metode ini, sebagai teknik yang bermanfaat dalam
meningkatkan kenyamanan ibu hamil, namun juga mengidentifikasi beberapa
tantangan seperti kesulitan dalam penerapannya pada ibu dengan kondisi tertentu.
Secara keseluruhan, persepsi bidan terhadap metode tiup-tiup cenderung
mendukung, meskipun perlu adanya pelatihan lebih lanjut agar penerapannya
lebih optimal.
Sebanyak 835 (5%) kematian ibu diakibatkan oleh partus lama. Salah satu metoda
nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri persalinan adalah
penggunaan hipnosis dalam persalinan atau disebut juga Tiup-tiup yang
merupakan metode alamiah yang digunakan untuk menghilangkan rasa takut,
panik, tegang dan tekanan-tekanan lain yang menghantui ibu selama persalinan.
Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif
dilakukan wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum 1 tahun 2024. Subjek purposive 8
bidan sebagai informan yang mewakili karakter berbeda-beda berpartisipasi dalam
penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan
observasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis tematik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) semua bidan mengetahui tentang
metode persalinan tiup-tiup 2) Diperoleh hasil semua informan memilki
pengalaman positifn dalam penerapan metode tiup tiup meskipun terdapat dua
responden yang mengatakan sulit pada awal penerapan 3) dalam pelaksanaannya
informan menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi efektivitas
metode tiup-tiup 4) metode tiup-tiup dinilai berhasil dalam membantu ibu bersalin
mengelola rasa sakit dan kecemasan selama persalinan sehingga dapat rileks dan
tenang yang membutuhkan peran serta ibu untuk mengikuti intruksi bidan 5)
Pandangan informan terhadap metode tiup-tiup secara umum positif. Informan
menilai bahwa metode tiup-tiup tidak hanya mendukung ibu hamil dalam
mengelola rasa sakit dan kecemasan, tetapi juga mengurangi stres petugas
kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagian besar bidan memiliki
pandangan positif terhadap metode ini, sebagai teknik yang bermanfaat dalam
meningkatkan kenyamanan ibu hamil, namun juga mengidentifikasi beberapa
tantangan seperti kesulitan dalam penerapannya pada ibu dengan kondisi tertentu.
Secara keseluruhan, persepsi bidan terhadap metode tiup-tiup cenderung
mendukung, meskipun perlu adanya pelatihan lebih lanjut agar penerapannya
lebih optimal.