Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Progestin (DMPA) Dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Desa Sawahan Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Juita, Fitri
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kontrasepsi, Disfungsi Seksual Wanita
DOI:
-
Abstract :
Angka kejadian Disfungsi Seksual pada wanita Menurut Mccab MP 2015 angka
disfungsi seksual perempuan bervariasi, di Inggris terdapat 17%, Amerika Serikat,
Swedia, Iran terdapat 33%-35%, Australia55%, Turki 48,3%, Ghana 72,8%, Nigeria
63%, dan Indonesia (66,2%) itu dirata-ratakan kita dapatkan angka prevalensi sebesar
58,04%. Nelli (2023) dengan menggunakan instrumen FSFI menemukan bahwa kasus
disfungsi seksual pada kaum wanita di Bandar Lampung mencapai 66,2%.
Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Progestin
(DMPA) Dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Desa Sawahan Jaya Wilayah
Keja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional, alat
ukur menggunakan lembaran informed consent, dan kuesioner yang sudah terstandar
yaitu menggunakan FSFI (Female Sexual Function Indeks) langsung kepada responden.
Dengan pengolahan analisa univariat dan analisa bivariat, pengolahan data menggunakan
uji chi- square dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa dari 46 responden terdapat 24 orang
(85,71,6 %) yang menggunakan kontrasepsi Progestin (DMPA) atau suntik 3 bulan dan
mengalami kejadian disfungsi seksual, sedangkan untuk yang menggunakan suntik 1
bulan dan mengalami disfungsi seksual sebanyak 4 orang (14,29 %) dan dari hasil uji
statistik dengan menggunakan aplikai SPSS didapatkan nilai probabilitas adalah 0,003,
dan hasil ini menunjukan p value < 0,05 berarti ada Hubungan yang bermakna
antara Penggunaan Kontrasepsi Progestin (DMPA) Dengan Kejadian Disfungsi Seksual.
Guna meningkatkan pengetahuan ibu terhadap efek samping penggunaan KB
suntik, bagi tenaga kesehatan memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang
efek samping KB suntik dan Disfungsi Seksual agar ibu siap dalam pengguna KB suntik.
disfungsi seksual perempuan bervariasi, di Inggris terdapat 17%, Amerika Serikat,
Swedia, Iran terdapat 33%-35%, Australia55%, Turki 48,3%, Ghana 72,8%, Nigeria
63%, dan Indonesia (66,2%) itu dirata-ratakan kita dapatkan angka prevalensi sebesar
58,04%. Nelli (2023) dengan menggunakan instrumen FSFI menemukan bahwa kasus
disfungsi seksual pada kaum wanita di Bandar Lampung mencapai 66,2%.
Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Progestin
(DMPA) Dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Desa Sawahan Jaya Wilayah
Keja Puskesmas Semurup Kabupaten Kerinci.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional, alat
ukur menggunakan lembaran informed consent, dan kuesioner yang sudah terstandar
yaitu menggunakan FSFI (Female Sexual Function Indeks) langsung kepada responden.
Dengan pengolahan analisa univariat dan analisa bivariat, pengolahan data menggunakan
uji chi- square dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa dari 46 responden terdapat 24 orang
(85,71,6 %) yang menggunakan kontrasepsi Progestin (DMPA) atau suntik 3 bulan dan
mengalami kejadian disfungsi seksual, sedangkan untuk yang menggunakan suntik 1
bulan dan mengalami disfungsi seksual sebanyak 4 orang (14,29 %) dan dari hasil uji
statistik dengan menggunakan aplikai SPSS didapatkan nilai probabilitas adalah 0,003,
dan hasil ini menunjukan p value < 0,05 berarti ada Hubungan yang bermakna
antara Penggunaan Kontrasepsi Progestin (DMPA) Dengan Kejadian Disfungsi Seksual.
Guna meningkatkan pengetahuan ibu terhadap efek samping penggunaan KB
suntik, bagi tenaga kesehatan memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang
efek samping KB suntik dan Disfungsi Seksual agar ibu siap dalam pengguna KB suntik.