Hubungan stunting dengan pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 0-59 bulan di Puskesmas Muara Delang dan Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin Jambi Tahun 2024

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Andriyazni, Fina
Advisor:
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Pertumbuhan dan Perkembangan
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan laporan UNICEF, WHO, dan World Bank mengungkapkan
bahwa diperkirakan sebanyak 148,1 juta balita (22,3%) di dunia mengalami
stunting pada tahun 2023. Angka prevalensi stunting di Provinsi Jambi
berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 adalah
22,4%. Daerah di Provinsi Jambi dengan angka stunting tertinggi adalah
Kabupaten Muaro Jambi yaitu Kabupaten Merangin 27,2%, diikuti dengan
Kabupaten Kerinci sebesar 26,7%, dan Kabupaten Tebo sebesar 26,2% . Stunting
berdampak pada penurunan kemampuan kognitif dan fisik serta menyebabkan
tingkat kesehatan yang buruk pada anak. Anak yang mengalami Stunting
cenderung memiliki IQ menengah kebawah. Tujuan penelitian untuk mengetahui
hubungan stunting dengan pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 0-59
bulan di Puskesmas Muara Delang dan Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten
Merangin Jambi Tahun 2024. Penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan
cross sectional studi. Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan
populasi seluruh balita usia 0-59 bulan dan tercatat pada register Anak berjumlah
263 orang Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling berjumlah 72 orang.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui observasi.
Kemudian data diolah dan dianalisis dengan analisis univariat dan analisis
bivariate menggunakan uji hipotesis adalah uji chi-square secara komputerisasi.
Hasil penelitian 41,7 % responden stunting dan 36,1 % responden dengan
perkembangan meragukan. Dapat disimpulkan terdapat hubungan stunting dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 0-59 bulan p value 0,000.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi petugas puskesmas
dalam meningkatkan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada usia 0-59
bulan dan menganjurkan ibu untuk melakukan stimulasi perkembangan pada
balita seperti mengajak anak bicara, bermain di luar rumah dan mengajak anak
dalam setiap kegiatan di rumah.
Download From Google Drive