Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ferawati
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Balita, ASI Eksklusif, Bumil Anemia, Jamban Sehat
DOI:
-
Abstract :
Kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak janin hingga usia dua tahun atau 1000
Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat menyebabkan stunting. Berdasarkan angka
kejadian stunting di Kabupaten Agam, Puskesmas Sungai Pua menempati urutan ke 5
dari 23 puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
balita yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Pua yang berjumlah 1.706
orang dengan sampel 94 responden. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan
cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square
test. Hasil dalam penelitian ini menunjukan ada hubungan ASI eksklusif (p = 0,000),
POR = 9,821 (3,602 26,778), riwayat anemia ibu saat hamil (p = 0,049), POR = 2,750
(0,982 7,699) dan tidak ada hubungan kepemilikan jamban sehat (p = 0,298), POR =
0,573 (0,200 1,647). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan ASI eksklusif,
riwayat anemia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita dan tidak ada
hubungan kepemilikan jamban sehat dengan kejadian stunting pada balita. Saran dalam
penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan dalam penyuluhan
mengenai stunting, serta pelatihan kader posyandu balita agar dapat menyebarluaskan
informasi tentang faktor risiko stunting.
Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat menyebabkan stunting. Berdasarkan angka
kejadian stunting di Kabupaten Agam, Puskesmas Sungai Pua menempati urutan ke 5
dari 23 puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
balita yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Pua yang berjumlah 1.706
orang dengan sampel 94 responden. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan
cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square
test. Hasil dalam penelitian ini menunjukan ada hubungan ASI eksklusif (p = 0,000),
POR = 9,821 (3,602 26,778), riwayat anemia ibu saat hamil (p = 0,049), POR = 2,750
(0,982 7,699) dan tidak ada hubungan kepemilikan jamban sehat (p = 0,298), POR =
0,573 (0,200 1,647). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan ASI eksklusif,
riwayat anemia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita dan tidak ada
hubungan kepemilikan jamban sehat dengan kejadian stunting pada balita. Saran dalam
penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan dalam penyuluhan
mengenai stunting, serta pelatihan kader posyandu balita agar dapat menyebarluaskan
informasi tentang faktor risiko stunting.