Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ernawati
Advisor:
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR
DOI:
-
Abstract :
Temuan kasus BBLR di Puskesmas Sungai Pua di tahun 2022 menempati
urutan tertinggi dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Agam yaitu sebanyak
50 kasus dan angka ini telah menurun di semester I tahun 2024 menjadi 8 kasus,
namun di tahun 2024 dari 8 kasus BBLR ditemukan 5 angka kematian pada bayi
BBLR. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi
kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pua. Jenis penelitian ini
adalah case control dengan pendekatan retrospekstif study. Populasi adalah
seluruh persalinan dari tahun 2021 hingga 2024 yaitu sebanyak 1098 persalinan.
Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling untuk kasus yaitu
sebanyak 86 dan kontrol dengan perbandingan 1:2 dengan total sampel 258 data
persalinan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan instrumen berupa
lembar ceklist. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,3% ibu
dengan status gizi kurang, 12% komplikasi preeklampsia, 5,8% kehamilan gemeli,
12,8% kelahiran premature dan 33,3% BBLR. terdapat hubungan antara status
gizi saat hamil (p value = 0,000, OR = 7,978), komplikasi preeklampsia (p value =
0,000, OR = 4,435), gemeli (p value = 0,011, OR = 4,395), dan premature
(p value = 0,003, OR = 3,2) dengan BBLR. Disimpulkan bahwa status gizi ibu
saat hamil, komplikasi preeklampsia, gemeli dan premature berpengaruh terhadap
BBLR. Diharapkan kepada masyarakat terutama ibu hamil untuk dapat melakukan
upaya pencegahan BBLR dengan memperhatikan pemenuhan gizi dan nutrisi
selama hamil serta melakukan kunjungan ANC sesuai standar serta diharapkan
kepada petugas kesehatan untuk selalu melakukan upaya pencegahan 4T dan
peningkatan cakupan ANC sesuai standar.
urutan tertinggi dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Agam yaitu sebanyak
50 kasus dan angka ini telah menurun di semester I tahun 2024 menjadi 8 kasus,
namun di tahun 2024 dari 8 kasus BBLR ditemukan 5 angka kematian pada bayi
BBLR. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi
kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pua. Jenis penelitian ini
adalah case control dengan pendekatan retrospekstif study. Populasi adalah
seluruh persalinan dari tahun 2021 hingga 2024 yaitu sebanyak 1098 persalinan.
Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling untuk kasus yaitu
sebanyak 86 dan kontrol dengan perbandingan 1:2 dengan total sampel 258 data
persalinan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan instrumen berupa
lembar ceklist. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,3% ibu
dengan status gizi kurang, 12% komplikasi preeklampsia, 5,8% kehamilan gemeli,
12,8% kelahiran premature dan 33,3% BBLR. terdapat hubungan antara status
gizi saat hamil (p value = 0,000, OR = 7,978), komplikasi preeklampsia (p value =
0,000, OR = 4,435), gemeli (p value = 0,011, OR = 4,395), dan premature
(p value = 0,003, OR = 3,2) dengan BBLR. Disimpulkan bahwa status gizi ibu
saat hamil, komplikasi preeklampsia, gemeli dan premature berpengaruh terhadap
BBLR. Diharapkan kepada masyarakat terutama ibu hamil untuk dapat melakukan
upaya pencegahan BBLR dengan memperhatikan pemenuhan gizi dan nutrisi
selama hamil serta melakukan kunjungan ANC sesuai standar serta diharapkan
kepada petugas kesehatan untuk selalu melakukan upaya pencegahan 4T dan
peningkatan cakupan ANC sesuai standar.