Faktor Penyebab Kejadian ISPA Pada Balita Di Poliklinik Anak RSUD Lubuk Basung Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yuwira, Efni
Advisor:
Nofridaputri, Rasty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ISPA, kepadatan hunian, imunisasi, paparan asap rokok, vitamin a
DOI:
-
Abstract :
ISPA adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan atas maupun bawah
yang di sebabkan oleh masuknya kuman mikroorganisme (bakteri dan virus) ke
dalam organ saluran pernafasan yang berlangsung selama 14 hari. Angka kejadian
ISPA di RSUD Lubuk Basung mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebanyak
210 kasus, tahun 2023 sebanyak 381 dan tahun 2024 sebanyak 448 kasus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kejadian ISPA pada
balita di Poliklinik RSUD Lubuk Basung Tahun 2024. Jenis penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi
adalah semua orang tua balita yang melakukan kunjungan ke poliklinik RSUD
Lubuk Basung sebanyak 448. Teknik pengambilan sampel accidental sampling
dan diolah dan secara komputerisasi. Hasil analias univariat didapatkan 70%
berusia > 24 bulan, 50% laki-laki, 91% status gizi normal, 81% BBL normal, 77%
riwayat imunisasi lengkap, 78% diberikan Vitamin A, 63% hunian padat, 73%
terpapar asap rokok, 72% mengalami ISPA. Hasil analisa bivariat didapatkan
terdapat hubungan riwayat imunisasi (p 0,037 dan OR 5,353), pemberian Vitamin
A (p 0,012 dan OR 11,118), kepadatan hunian (p 0,013 dan OR 3,462) dan
paparan asap rokok (p 0,013 dan OR 3,590) dengan kejadian ISPA pada balita.
Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi, pemberian Vitamin A, kepadatan
hunian dan paparan asap rokok memiliki pengaruh besar terhadap kejadian ISPA
pada balita di Poliklinik RSUD Lubuk Basung Tahun 2024. Untuk itu disarankan
kepada petugas Poliklinik RSUD Lubuk Basung agar melakukan peningkatan
upaya pencegahan ISPA dengan cara meningkatkan pengetahuan pendidikan,
informasi dan kebersihan lingkungan..
yang di sebabkan oleh masuknya kuman mikroorganisme (bakteri dan virus) ke
dalam organ saluran pernafasan yang berlangsung selama 14 hari. Angka kejadian
ISPA di RSUD Lubuk Basung mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebanyak
210 kasus, tahun 2023 sebanyak 381 dan tahun 2024 sebanyak 448 kasus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kejadian ISPA pada
balita di Poliklinik RSUD Lubuk Basung Tahun 2024. Jenis penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi
adalah semua orang tua balita yang melakukan kunjungan ke poliklinik RSUD
Lubuk Basung sebanyak 448. Teknik pengambilan sampel accidental sampling
dan diolah dan secara komputerisasi. Hasil analias univariat didapatkan 70%
berusia > 24 bulan, 50% laki-laki, 91% status gizi normal, 81% BBL normal, 77%
riwayat imunisasi lengkap, 78% diberikan Vitamin A, 63% hunian padat, 73%
terpapar asap rokok, 72% mengalami ISPA. Hasil analisa bivariat didapatkan
terdapat hubungan riwayat imunisasi (p 0,037 dan OR 5,353), pemberian Vitamin
A (p 0,012 dan OR 11,118), kepadatan hunian (p 0,013 dan OR 3,462) dan
paparan asap rokok (p 0,013 dan OR 3,590) dengan kejadian ISPA pada balita.
Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi, pemberian Vitamin A, kepadatan
hunian dan paparan asap rokok memiliki pengaruh besar terhadap kejadian ISPA
pada balita di Poliklinik RSUD Lubuk Basung Tahun 2024. Untuk itu disarankan
kepada petugas Poliklinik RSUD Lubuk Basung agar melakukan peningkatan
upaya pencegahan ISPA dengan cara meningkatkan pengetahuan pendidikan,
informasi dan kebersihan lingkungan..