Hubungan Komunikasi Efektif Perawat (Verbal Dan Non verbal) Dengan Harapan Hidup Pada Pasien Stroke di RS Otak M. Hatta Bukittinggi Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Syahrina, Mutia
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komunikasi Efektif, Verbal Dan Non Verbal, Harapan Hidup, Stroke
DOI:
-
Abstract :
dunia. Pada wilayah kerja Rumah Sakit Otak M.Hatta Bukittinggi pada tahun
2020, terdapat kunjungan pasien stroke sebanyak 1.704 pasien rawat inap dan
8.998 pasien rawat jalan. Sedangkan pada tahun 2023, kunjungan pasien stroke
pada rawat inap yaitu sebanyak 3.847, dan pada rawat jalan terdapat sebanyak
8.626 kunjungan. Kejadian tersebut mengakibatkan hilangnya harapan hidup pada
pasien stroke. Dan harapan hidup pasien dapat dipengaruhi oleh komunikasi
perawat selama proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan komunikasi efektif perawat (verbal dan non verbal ) dengan harapan
hidup pada pasien stroke di RS Otak M.Hatta Bukittinggi Tahun 2024. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang
dilaksanakan pada bulan September tahun 2024 dengan populasi sebanyak 341
orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan
besaran sampel 96 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,
analisis data meliputi analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 56,3% responden menyatakan komunikasi verbal dan
nonverbal perawat baik, 60,4% responden memiliki harapan hidup positif serta
terdapat hubungan antara komunikasi efektif (verbal dan nonverbal) perawat
dengan harapan hidup pasien stroke ( p = 0,040 dan OR = 2,6). Disimpulkan
bahwa komunikasi efektif (verbal dan non verbal) perawat berhubungan dengan
harapan hidup pasien stroke. Maka, diharapkan kepada perawat RS Otak M.Hatta
Bukittinggi terkhusus di instansi rawat jalan dan keluarga untuk selalu
menerapkan komunikasi efektif berupa verbal dan non verbal kepada pasien
stroke seperti sentuhan halus pada punggung tangan, dan dukungan positif agar
meningkatkan harapan hidup pasien stroke.
2020, terdapat kunjungan pasien stroke sebanyak 1.704 pasien rawat inap dan
8.998 pasien rawat jalan. Sedangkan pada tahun 2023, kunjungan pasien stroke
pada rawat inap yaitu sebanyak 3.847, dan pada rawat jalan terdapat sebanyak
8.626 kunjungan. Kejadian tersebut mengakibatkan hilangnya harapan hidup pada
pasien stroke. Dan harapan hidup pasien dapat dipengaruhi oleh komunikasi
perawat selama proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan komunikasi efektif perawat (verbal dan non verbal ) dengan harapan
hidup pada pasien stroke di RS Otak M.Hatta Bukittinggi Tahun 2024. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang
dilaksanakan pada bulan September tahun 2024 dengan populasi sebanyak 341
orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan
besaran sampel 96 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,
analisis data meliputi analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 56,3% responden menyatakan komunikasi verbal dan
nonverbal perawat baik, 60,4% responden memiliki harapan hidup positif serta
terdapat hubungan antara komunikasi efektif (verbal dan nonverbal) perawat
dengan harapan hidup pasien stroke ( p = 0,040 dan OR = 2,6). Disimpulkan
bahwa komunikasi efektif (verbal dan non verbal) perawat berhubungan dengan
harapan hidup pasien stroke. Maka, diharapkan kepada perawat RS Otak M.Hatta
Bukittinggi terkhusus di instansi rawat jalan dan keluarga untuk selalu
menerapkan komunikasi efektif berupa verbal dan non verbal kepada pasien
stroke seperti sentuhan halus pada punggung tangan, dan dukungan positif agar
meningkatkan harapan hidup pasien stroke.