Faktor Yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesarea (SC) Pada Ibu Bersalin (Usia Remaja) Di Sungai Dareh Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Harnita, Desi
Advisor:
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kelahiran SC, Ibu Bersalin, Usia Remaja
DOI:
-
Abstract :
Masalah yang ditimbulkan akibat hamil usia remaja adalah Persalinan Sectio
Caesarea (SC) dilakukan atas dasar indikasi medis, seperti placenta previa, presentasi
abnormal pada janin, serta indikasi lain yang dapat membahayakan nyawa Ibu dan
janin. Tujuan penelitian ini untuk Faktor Yang Berhubungan Dengan Persalinan
Sectio Caesarea (SC) Pada Ibu Bersalin (Usia Remaja) Di Sungai Dareh. Populasi
dalam penelitian ini berjumlah 181 orang. Sampel dengan total sampling yaitu 181
orang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Desain
penelitian dalam penelitian ini adalah croscecsional. Pengumpulan data dilakukan
observasi menggunakan format checklist. Sumber data adalah data sekunder yaitu
data rekam medis tahun 2024. Data diolah dengan mengunakan sistem komputerisasi
dan dianalisa menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih
dari separuh yaitu sebanyak 126 (69,6%) responden tidak melakukan persalinan
secara SC. 135 (74,6%) responden tidak mengalami pre eklamsia. 139 (76,8%)
responden tidak mengalami ketuban pecah dini. 137 (75,7%) responden tidak
memiliki panggul sempit. 159 (87,8%) responden tidak mengalami partus lama. 165
(91,2%) responden tidak mengalami letak sunsang. Ada hubungan antara pre
eklampsia (p = 0,0005 ; OR = 2,833), KPD (p = 0,010; OR = 2,701), CPD (p = 0,021,
OR = 2,429) dengan kelahiran sectio caesarea (SC). Tidak ada hubungan antara
partus lama (p =1,000) dan letak sunsang (p = 1,000) dengan kelahiran sectio
caesarea (SC). Diharapkan dapat menambah kesadaran masyarakat, terutama bagi ibu
hamil, mengenai faktor penyebab kelahiran SC yang dapat menjadi penyulit pada
kehamilan dan dapat meningkatkan persalinan dengan section caesarea sehingga
masyarakat dapat melakukan atenatal care dengan rutin.
Caesarea (SC) dilakukan atas dasar indikasi medis, seperti placenta previa, presentasi
abnormal pada janin, serta indikasi lain yang dapat membahayakan nyawa Ibu dan
janin. Tujuan penelitian ini untuk Faktor Yang Berhubungan Dengan Persalinan
Sectio Caesarea (SC) Pada Ibu Bersalin (Usia Remaja) Di Sungai Dareh. Populasi
dalam penelitian ini berjumlah 181 orang. Sampel dengan total sampling yaitu 181
orang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Desain
penelitian dalam penelitian ini adalah croscecsional. Pengumpulan data dilakukan
observasi menggunakan format checklist. Sumber data adalah data sekunder yaitu
data rekam medis tahun 2024. Data diolah dengan mengunakan sistem komputerisasi
dan dianalisa menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih
dari separuh yaitu sebanyak 126 (69,6%) responden tidak melakukan persalinan
secara SC. 135 (74,6%) responden tidak mengalami pre eklamsia. 139 (76,8%)
responden tidak mengalami ketuban pecah dini. 137 (75,7%) responden tidak
memiliki panggul sempit. 159 (87,8%) responden tidak mengalami partus lama. 165
(91,2%) responden tidak mengalami letak sunsang. Ada hubungan antara pre
eklampsia (p = 0,0005 ; OR = 2,833), KPD (p = 0,010; OR = 2,701), CPD (p = 0,021,
OR = 2,429) dengan kelahiran sectio caesarea (SC). Tidak ada hubungan antara
partus lama (p =1,000) dan letak sunsang (p = 1,000) dengan kelahiran sectio
caesarea (SC). Diharapkan dapat menambah kesadaran masyarakat, terutama bagi ibu
hamil, mengenai faktor penyebab kelahiran SC yang dapat menjadi penyulit pada
kehamilan dan dapat meningkatkan persalinan dengan section caesarea sehingga
masyarakat dapat melakukan atenatal care dengan rutin.