Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Peran Guru dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Muallimin Muhammadiyah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Dewita, Melani Putri
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Peran guru, Perilaku hidup bersih dan sehat, tingkat pengetahuan
DOI:
-
Abstract :
Dilingkungan pesantren, santri lebih sering berkontak antara sesama.
Sehingga, menjadi hal yang biasa ketika sesama santri bergonta-ganti pakaian
peralatan mandi dan tidur. Hal ini akan meningkatkan risiko santri tertular penyakit
khususnya dari peralatan atau barang yang dipakai secara bersama. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan peran guru dengan
dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Tahfizul Quran
Muallimin Muhammadiyah. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional dengan populasi sebanyak 203 orang dan sampel sebanyak 67 orang.
Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan
data menggunakan lembar kuesioner, analisis data meliputi univariat dan bivariat.
Hasil penelitian dari 67 responden diketahui lebih dari separuh santri memiliki
pengetahuan yang rendah tentang PHBS (53,7%), lebih dari separuh santri
menyatakan guru berperan dalam PHBS (52,2%), lebih dari separuh santri kurang
menerapkan PHBS (55,2%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (Pvalue = 0,023
dan OR = 3,59) dan peran guru (Pvalue = 0,001 dan OR = 6,84) dengan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) santri di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Muallimin
Muhammadiyah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Disimpulkan
terdapat hubungan antara pengetahuan dan peran guru dengan perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) santri di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Muallimin
Muhammadiyah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Diharapkan bagi
santri untuk meningkatkan kesadaran dirinya dalam menerapkan PHBS dalam
kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru juga diharapkan meningkatkan bimbingan
maupun pengawasan santri dalam berPHBS. Hal ini dikarenakan apabila santri masih
kurang dalam penerapan PHBS dilingkungan pesantren, maka perlu dilakukannya
punishment pada santri yang tidak menerapkannya.
Sehingga, menjadi hal yang biasa ketika sesama santri bergonta-ganti pakaian
peralatan mandi dan tidur. Hal ini akan meningkatkan risiko santri tertular penyakit
khususnya dari peralatan atau barang yang dipakai secara bersama. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan peran guru dengan
dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Tahfizul Quran
Muallimin Muhammadiyah. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional dengan populasi sebanyak 203 orang dan sampel sebanyak 67 orang.
Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan
data menggunakan lembar kuesioner, analisis data meliputi univariat dan bivariat.
Hasil penelitian dari 67 responden diketahui lebih dari separuh santri memiliki
pengetahuan yang rendah tentang PHBS (53,7%), lebih dari separuh santri
menyatakan guru berperan dalam PHBS (52,2%), lebih dari separuh santri kurang
menerapkan PHBS (55,2%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (Pvalue = 0,023
dan OR = 3,59) dan peran guru (Pvalue = 0,001 dan OR = 6,84) dengan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) santri di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Muallimin
Muhammadiyah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Disimpulkan
terdapat hubungan antara pengetahuan dan peran guru dengan perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) santri di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Muallimin
Muhammadiyah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Diharapkan bagi
santri untuk meningkatkan kesadaran dirinya dalam menerapkan PHBS dalam
kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru juga diharapkan meningkatkan bimbingan
maupun pengawasan santri dalam berPHBS. Hal ini dikarenakan apabila santri masih
kurang dalam penerapan PHBS dilingkungan pesantren, maka perlu dilakukannya
punishment pada santri yang tidak menerapkannya.