Skrining Status Gizi Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Dangung Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putriani, Dela Zulianda
Advisor:
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Remaja,Status gizi , Pola konsumsi
DOI:
-
Abstract :
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah
kesehatan akibat perubahan pola makan dan gaya hidup. Status gizi yang baik dan
pola konsumsi yang beragam adalah indikator penting dalam menentukan
kesehatan remaja Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang
dibagikan kepada 342 remaja. Variabel penelitian meliputi status gizi , pola
konsumsi makanan ( beragam atau tidan beragam ) dan riwayat penyakit yang
pernah diderita. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas
remaja ( 57, 9% ) memiliki status gizi normal,26,3 % remaja yang mengalami
gizi kurang, 12, 6 % memiliki berat badan lebih dan 3,2 % mengalami obesitas.
Dalam pola konsumsi ditemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki pola
konsumsi yang tidak beragam, dengan dominasi makanan cepat saji dan kurang
asupan sayuran dan buah -buahan. Selain itu analisis riwayat penyakit
menunjukkan bahwa 45,6 % remaja memiliki riwayat penyakit , baik penyakit
infeksi seperti ISPA , maupun tidak infeksi seperti gastritis , asma dan alergi.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa status gizi remaja masih menjadi masalah
yang perlu diperhatikan, dengan proporsi yang signifikan mengalami gizi kurus
dan obesitas. Pola konsumsi yang tidak beragam dan riwayat penyakit juga
memperburuk kondisi kesehatan remaja. Upaya yang direkomendasikan meliputi
peningkatan edukasi gizi di sekolah dan komunitas penyediaan makanan sehat di
kantin sekolah, promosi aktivitas fisik serta kolaborasi keluarga.
kesehatan akibat perubahan pola makan dan gaya hidup. Status gizi yang baik dan
pola konsumsi yang beragam adalah indikator penting dalam menentukan
kesehatan remaja Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang
dibagikan kepada 342 remaja. Variabel penelitian meliputi status gizi , pola
konsumsi makanan ( beragam atau tidan beragam ) dan riwayat penyakit yang
pernah diderita. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas
remaja ( 57, 9% ) memiliki status gizi normal,26,3 % remaja yang mengalami
gizi kurang, 12, 6 % memiliki berat badan lebih dan 3,2 % mengalami obesitas.
Dalam pola konsumsi ditemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki pola
konsumsi yang tidak beragam, dengan dominasi makanan cepat saji dan kurang
asupan sayuran dan buah -buahan. Selain itu analisis riwayat penyakit
menunjukkan bahwa 45,6 % remaja memiliki riwayat penyakit , baik penyakit
infeksi seperti ISPA , maupun tidak infeksi seperti gastritis , asma dan alergi.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa status gizi remaja masih menjadi masalah
yang perlu diperhatikan, dengan proporsi yang signifikan mengalami gizi kurus
dan obesitas. Pola konsumsi yang tidak beragam dan riwayat penyakit juga
memperburuk kondisi kesehatan remaja. Upaya yang direkomendasikan meliputi
peningkatan edukasi gizi di sekolah dan komunitas penyediaan makanan sehat di
kantin sekolah, promosi aktivitas fisik serta kolaborasi keluarga.