Uji Laboratorium dan Uji Organoleptik Puding Kacang Hijau, Tempe dan Buah Naga Sebagai Makanan Selingan Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Taram Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mulyani, Dede Sri
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Uji Laboratorium, Uji Organoleptik, Puding Kacang Hijau Tempe Buah Naga, Makanan Selingan Baduta
DOI:
-
Abstract :
Masalah gizi Baduta merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia.
Upaya dalam menangani masalah gizi pada Baduta adalah Pemberian Makanan
Tambahan berbahan pangan lokal. Puding merupakan bentuk makanan kudapan
dengan memanfaatkan pangan lokal seperti kacang hijau, tempe dan buah naga
merupakan tanaman lokal yang mudah dijumpai dan kaya akan kandungan gizi.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kandungan zat gizi dan Uji
organoleptik pada puding kacang hijau, tempe dan buah naga.
Penelitian ini menggunakan metode pre experimental desain one-shot case
study. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2024 di
Puskesmas Taram Kabupaten Lima Puluh Kota, Laboratorium Balai Standarisasi
Dan Pelayanan Jasa Industri dan Laboratorium Farmasi Dan Sains Terapan UPT
Laboratorium Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Populasi pada penelitian ini
adalah baduta (usia 12-24 bulan) di Puskesmas Taram Kabupaten Lima Puluh Kota
pada Tahun 2024 sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah Total sampling. Hasil penelitian ini menggunakan analisis
SPSS dengan Uji Deskriptif.
Hasil penelitian dengan melakukan uji organoleptik terhadap rasa, warna,
tekstur dan aroma, memiliki respon menyukai puding kacang hijau, tempe dan buah
naga. Hasil analisis kandungan gizi dari puding memiliki karbohidrat 31,11%,
protein 13,14%, lemak total 9,52%, kadar abu 1,98% dan asam laktat 0,094%.
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk menjadikan puding kacang hijau,
tempe dan buah naga sebagai makanan tambahan pada baduta.
Upaya dalam menangani masalah gizi pada Baduta adalah Pemberian Makanan
Tambahan berbahan pangan lokal. Puding merupakan bentuk makanan kudapan
dengan memanfaatkan pangan lokal seperti kacang hijau, tempe dan buah naga
merupakan tanaman lokal yang mudah dijumpai dan kaya akan kandungan gizi.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kandungan zat gizi dan Uji
organoleptik pada puding kacang hijau, tempe dan buah naga.
Penelitian ini menggunakan metode pre experimental desain one-shot case
study. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2024 di
Puskesmas Taram Kabupaten Lima Puluh Kota, Laboratorium Balai Standarisasi
Dan Pelayanan Jasa Industri dan Laboratorium Farmasi Dan Sains Terapan UPT
Laboratorium Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Populasi pada penelitian ini
adalah baduta (usia 12-24 bulan) di Puskesmas Taram Kabupaten Lima Puluh Kota
pada Tahun 2024 sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah Total sampling. Hasil penelitian ini menggunakan analisis
SPSS dengan Uji Deskriptif.
Hasil penelitian dengan melakukan uji organoleptik terhadap rasa, warna,
tekstur dan aroma, memiliki respon menyukai puding kacang hijau, tempe dan buah
naga. Hasil analisis kandungan gizi dari puding memiliki karbohidrat 31,11%,
protein 13,14%, lemak total 9,52%, kadar abu 1,98% dan asam laktat 0,094%.
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk menjadikan puding kacang hijau,
tempe dan buah naga sebagai makanan tambahan pada baduta.