Brain Gym Dalam Menstimulasi Fungsi Kognitif Anak Tunagrahita Ringan di SLB Negeri 1 Bukittinggi Tahun 2024.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Giska
Advisor:
Mariyana, Rina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Tunagrahita Ringan, Short Memory Dan Konsentrasi, Brain Gym
DOI:
-
Abstract :
WHO pada tahun 2023 memperkirakan bahwa jumlah penyandang
disabilitas 1,3 miliar juta jiwa atau 16% dari populasi global. Diperkirakan lebih
dari 450 juta anak diseluruh dunia penyandang Tunagrahita. Anak Tunagrahita
mengalami gangguan pada fungsi kognitif dan emosi. Fungsi kognitif yang
memiliki peran penting untuk kehidupan sehari-hari membuat fungsi kognitif
menjadi perhatian utama yang harus diperbaiki untuk anak dengan Tunagrahita.
Salah satu metode yang efektif adalah terapi okupasi, terapi okupasi lebih di
arahkan untuk membantu permasalahan anak Tunagrahita, terapi yang bisa
digunakan adalah brain gym atau senam otak, yang bertujuan merangsang kerja
otak dan meningkatkan fungsi tubuh secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Pengaruh Brain Gym dalam Menstimulasi Fungsi Kognitif (short
memory dan konsentrasi) Anak Tunagrahita Ringan di SLB N 1 Bukittinggi. Jenis
penelitian Quasi Eksperiment, dengan rancangan One Group Pretest Posttest.
Populasi semua anak Tunagrahita ringan berjumlah 48 orang. Sampel dilakukan
secara purposive sampling sebanyak 20 orang. Penelitian dilakukan bulan agustus
2024 uji Wilcoxon sign test dan paired sample t test. Hasil penelitian didapatkan
rata-rata sebelum dan sesudah diberikan Brain Gym yaitu Tingat daya ingat (short
memory) rata-rata sebelum intervensi 1,40 dengan sd 0,754. sesudah intervensi
yaitu 3,85 dengan sd 1,309. Konsentrasi memiliki rata-rata sebelum intervensi
32,40 dengan sd 7,148 dan sesudah intervensi rata-rata 36,10 dengan sd 6,512.
Analisis bivariate diperoleh ada pengaruh brain gym dalam menstimulasi fungsi
kognitif anak Tunagrahita ringan yaitu short memory (p =0,000) dan konsentrasi
(p=0,000). Simpulan hasil penelitian yaitu terapi brain gym (senam otak) dapat
menstimulasi fungsi kognitif (short memory dan konsentrasi) dengan frekuensi
terapi 7x durasi 15 menit/terapi pada anak Tunagrahita ringan di SLB Negeri 1
Bukittinggi. Dengan melalui brain gym (senam otak) dimana salah satu pilihan
terapi okupasi kognitif yang bisa digunakan untuk menstimulasi fungsi kognitif
penyandang tunagrahita ringan yang selanjutnya dapat meningkatkan proses belajar
menjadi lebih baik.
Download From Google Drive