Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Siswi Dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) Di SMPN 5 Kota Bukittinggi.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Erlinatasari, Esis
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, Tablet Tambah Darah, Perilaku Konsumsi, Remaja
Putri, Pengetahuan, Lingkungan Sekolah, Tenaga Kesehatan, Program UKS
DOI:
-
Abstract :
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering di jumpai pada remaja,
terutama di kalangan remaja perempuan yang dapat dicegah dengan suplemen zat
besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku siswi dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 5
Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 72 siswi yang
diambil dengan teknik simple random sampling dari populasi 259 siswi. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, lingkungan sekolah,
peran tenaga kesehatan, dan program UKS terkait konsumsi tablet tambah darah.
Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan
antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswi dengan perilaku
dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (p = 0,937; p > 0,005). Namun,
terdapat hubungan signifikan antara lingkungan sekolah dengan perilaku siswi (p
= 0,010; p < 0,05) dengan odds ratio (OR) sebesar 4,000. Selanjutnya, hubungan
yang signifikan juga ditemukan antara peran tenaga kesehatan dan perilaku siswi
(p = 0,011; p < 0,05) dengan OR sebesar 3,916. Terakhir, program Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan
perilaku siswi (p = 0,000; p < 0,05) dan OR sebesar 6,788. Dari hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan sekolah, peran tenaga kesehatan, dan
program UKS berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswi dalam
mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 5 Kota Bukittinggi. Sementara
itu, pengetahuan siswi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena
itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang
pentingnya konsumsi tablet tambah darah (Fe), serta penguatan program-program
kesehatan di sekolah untuk mendorong perilaku konsumsi yang lebih baik.
terutama di kalangan remaja perempuan yang dapat dicegah dengan suplemen zat
besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku siswi dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 5
Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 72 siswi yang
diambil dengan teknik simple random sampling dari populasi 259 siswi. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, lingkungan sekolah,
peran tenaga kesehatan, dan program UKS terkait konsumsi tablet tambah darah.
Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan
antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswi dengan perilaku
dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (p = 0,937; p > 0,005). Namun,
terdapat hubungan signifikan antara lingkungan sekolah dengan perilaku siswi (p
= 0,010; p < 0,05) dengan odds ratio (OR) sebesar 4,000. Selanjutnya, hubungan
yang signifikan juga ditemukan antara peran tenaga kesehatan dan perilaku siswi
(p = 0,011; p < 0,05) dengan OR sebesar 3,916. Terakhir, program Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan
perilaku siswi (p = 0,000; p < 0,05) dan OR sebesar 6,788. Dari hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan sekolah, peran tenaga kesehatan, dan
program UKS berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswi dalam
mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 5 Kota Bukittinggi. Sementara
itu, pengetahuan siswi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena
itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang
pentingnya konsumsi tablet tambah darah (Fe), serta penguatan program-program
kesehatan di sekolah untuk mendorong perilaku konsumsi yang lebih baik.