Gambaran Sosial Budaya, Lingkungan, Jenis Kelamin dan Status Pekerjaan Orangtua Terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMK IT Agus Susanto Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Al-Alng, Asy-Syurni Zulqi
Advisor:
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
DOI:
-
Abstract :
Pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja merupakan aspek penting
dalam mencegah risiko kesehatan yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
Namun, berbagai faktor, seperti sosial budaya, lingkungan, jenis kelamin, dan status
pekerjaan orang tua, dapat memengaruhi tingkat pemahaman remaja. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan
kesehatan reproduksi pada siswa SMK IT Agus Susanto tahun 2024. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sebanyak 60 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square
dan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73%
responden sosial budaya yang mendukung, dan ini signifikan meningkatkan
peluang pengetahuan yang tinggi (p = 0,018), lingkungan mendukung (p = 0,037),
jenis kelamin (p = 0,042), dan pekerjaan orang tua (p = 0,049) juga memiliki
hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan. Sebanyak 75% responden
memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Kesimpulannya, lingkungan dan
dukungan sosial memainkan peran utama dalam meningkatkan pengetahuan
kesehatan reproduksi. Disarankan adanya program edukasi terintegrasi di sekolah
yang melibatkan keluarga dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman remaja.
dalam mencegah risiko kesehatan yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
Namun, berbagai faktor, seperti sosial budaya, lingkungan, jenis kelamin, dan status
pekerjaan orang tua, dapat memengaruhi tingkat pemahaman remaja. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan
kesehatan reproduksi pada siswa SMK IT Agus Susanto tahun 2024. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sebanyak 60 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square
dan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73%
responden sosial budaya yang mendukung, dan ini signifikan meningkatkan
peluang pengetahuan yang tinggi (p = 0,018), lingkungan mendukung (p = 0,037),
jenis kelamin (p = 0,042), dan pekerjaan orang tua (p = 0,049) juga memiliki
hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan. Sebanyak 75% responden
memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Kesimpulannya, lingkungan dan
dukungan sosial memainkan peran utama dalam meningkatkan pengetahuan
kesehatan reproduksi. Disarankan adanya program edukasi terintegrasi di sekolah
yang melibatkan keluarga dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman remaja.