Hubungan komunikasi efektif perawat (verbal dan non verbal) dengan proses berduka (griefing) pada pasien stroke di RS Otak DR.Drs.M Hata Bukittinggi tahun 2024.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Santi, Desi Ari
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komunikasi Efektif (Verbal dan Non Vebal), Proses Berduka (griefing), Stroke
DOI:
-
Abstract :
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer
kejadian Stroke didunia tahun 2020 mencapai lebih 5,1 juta. Kejadian tersebut
menyebabkan permasalahan dalam proses berduka (griefing) sebagai akibat dari
kehilangan fungsi tubuh pasien stroke yang mengindikasi adanya permasalahan
dalam komunikasi verbal dan non verbal perawat kepada pasien. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif perawat (verbal dan non
verbal) dengan proses berduka (griefing) pada pasien stroke di Rs Otak Dr.Drs M
Hatta Bukittinggi Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan
pendkatan cross sectional yang telah dilaksanakan pada bulan September tahun
2024 dengan populasi sebanyak 2.541 orang. Pengambilan sampel mengginakan
Teknik Accidental Sampling dengan besaran sampel sebanyak 112 responden.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data meliputi analisis univariat
dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki
komunikasi verbal dan non verbal baik sebanyak 59 responden (52,7%) dengan
proses berduka (griefing) yang kurang baik sebanyak 54 responden (48,2%) serta
terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi verbal dan non verbal dengan
proses berduka (griefing) pada pasien stroke (p = 0,000 dan OR = 0,1). Disimpulkan
bahwa komunikasi efektif verbal dan non vebal perawat berhubungan signifikan
dengan proses berduka (griefing) pada pasien stroke . maka dari itu, diharapkan
kepada perawat di Rs Otak Dr.Drs M Hatta Bukittinggi khususnya di instansi rawat
jalan poli syaraf untuk selalu menerapkan komunikasi verbal dan non verbal
diantaranya dengan melakukan sentuhan professional serta ekspresi wajah yang
ramah kepada pasien stroke agar tercipta hubungan saling percaya dan pasien
mampu melewati proses berduka (griefing) hingga sampai ditahap penerimaan
(acceptance).
Download From Google Drive